Oknum Pengurus KUD Diduga Jual GLK

MATARAM,Lomboktoday.co.id – Oknum mantan pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Rinjani Aikmel diduga menjual secara diam-diam lahan Gudang Lantai Kering (GLK) yang merupakan bantuan dari Kementerian Keuangan RI.

Pasalnya, GLK KUD Rinjani Aikmel sekitar sepuluh tahun lalu sudah tidak terlihat lagi, kini justru di lokasi itu sudah terbangun gedung SMK DCA. Padahal, status lahan GLK KUD Rinjani Aikmel itu hingga saat ini masih berstatus milik Kementerian Keuangan RI.

Lahan bangunan GLK itu saat ini sudah beralih fungsi dimana diatas lahan itu sudah terbangun SMK DCA sejak tahun 2000-an. GLK yang dikelola KUD  Rinjani Aikmel yang merupakan bantuan dari Kementerian Keuangan RI pada tahun 80-an dengan kapasitas 130 ton dengan luas tanah sekitar 10 are itu merupakan aset milik Kementerian Keuangan RI hingga saat ini. Sebab, KUD Rinjani hingga sekarang ini belum melunasi hutang yang seharusnya diselesaikan.

“GLK itu tidak boleh diperjual belikan, karena itu aset milik Departemen Keuangan RI. Sertifikatnya juga atas nama Departemen Keuangan RI,” kata Kepala Bidang Koperasi Sudiarsyah ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (28/8).

Sudiarsyah mengaku heran dan kaget dengan keberanian oknum pengurus KUD Rinjani Aikmel yang memperjuabelikan GLK yang merupakan aset milik Departemen Keuangan RI.

“GLK yang ada di seluruh NTB yang merupakan bantuan Depkeu RI semuanya masih utuh termasuk bangunannya meski dalam kondisi rusak. Tapi kenapa GLK KUD Rinjani justru dijual dan sekarang dibangun sekolah di tempat itu,” kata Sudiarsyah dengan nada heran.

GLK KUD Rinjani Aikmel yang berlokasi di pinggir jalan besar menuju Aikmel Utara atau berjarak sekitar 300 meter ke utara dari lapangan umum Aikmel. Bantuan dari Depkeu itu pada tahun 80-an senilai Rp36 juta. Pihak pengurus KUD Rinjani Aikmel hingga saat ini baru menyetor atau melunasi pembayaran untuk GLK itu sebesar Rp19.017 juta, dan masih belum dibayar hingga sekarang ini sebesar Rp16.893 juta.

“GLK itu tidak boleh diperjualbelikan. Terlebih lagi KUD Rinjani belum melunasi tunggakannya. Dan hingga saat ini status GLK itu juga masih belum ada kejelasan dari Kemenkeu RI. Tapi kok aneh KUD Rinjani Aikmel berani menjualnya,” pungkasnya. MN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *