Pemda Diminta Tak Abaikan Korban Bencana Lain

KLU,Lomboktoday.co.id– Pemerintah daerah tidak bolah hanya focus pada penganggulangan korban gempa, namun juga harus memperhatikan penanganan bagi para korban bencana lainnya yang terjadi di Lombok Utara dalam dua tahun terakhir ini, seperti korban banjir, longsor dan putting beliung yang terjadi beberapa bulan sebelum gempa mengguncang daerah ini Juli lalu.

Hal itu ditekankan Ketua Komisi I DPRD KLU, Jasman Hadi, SH, dalam rapat dengar pendapat Komisi dengan eksekutif di ruang sidang DPRD KLU, Rabu (28/8).

“Jangan terkesan pemerintah hanya memperioritaskan penanganan korban gempa saja, mengingat KLU dalam tiga tahun terakhir mengalami sejumlah bencana, mulai dari longsor, banjir dan puting beliung. Bahkan ada beberapa korban banjir dan longsor di kecamatan pemenang yang hingga kini belum menerima bantuan yang pernah dijanjikan pemda,” tukasnya.

Dalam rapat dengar pendapat yang diHadiri asisiten I Setda KLU, H. Kholidi Kholil, Kadis PU Tamben, Raden Nurjati, Kepala BPBD, Iwan Maret Asmara, dan Kadis Sosnakertrans KLU, Intiha, itu Jasman juga menyampaikan potensi konplik di tengah masyarakat akibat dampak dari tidak meratanya alokasi bantuan yang diterima korban lainnya.

“Semua korban bencana di KLU harus mendapat perhatian dan prioritas penanganan yang sama dari pemerintah. Jangan abaikan korban yang lain, mengingat warga yang hingga kini belum menerima bantuan sering mengadu dan mendatangi kami (dewan),” sambungnya.

Dari data awal jumlah kerusakan yang mencapai 8.462 unit, kini hanya tercatat sebanyak 3.699 unit rumah yang masuk dalam data terakhir hasil validasi tim Pemda KLU. Artinya lebih dari 5.000 unit rumah yang awalnya masuk dalam data sementara BPBD dipastikan tidak mendapat bantuan kerugian.

Sementara, dalam kesempatan yang sama, Asisten I Setda KLU, H. Kholidi Kholil, mengaku jika pihaknya hingga Agustus ini belum pernah menerima satu pun pengajuan proposal terkait korban bencana yang dimaksud.

“Sampai sekarang memang tidak pernah ada pengajuan proposal untuk penanganan korban bencana selain korban gempa yang kami terima. Namun dalam konteks ini (penanganan korban bencana-red) pemda tetap memprioritaskan bantuan kepada semua korban, tidak ada yang diabaikan,” cetusnya.

Dari data awal jumlah kerusakan yang mencapai 8.462 unit, kini hanya tercatat sebanyak 3.699 unit rumah yang masuk dalam data terakhir hasil validasi tim Pemda KLU. Artinya lebih dari 5.000 unit rumah yang awalnya masuk dalam data sementara BPBD dipastikan tidak mendapat bantuan kerugian. DNU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *