Target Dua Juta Wisatawan, Kadisbudpar Minta Dukungan

MATARAM,Lomboktoday.co.id – Mewujudkan target program kepariwisataan NTB, Tambora Menyapa Dunia 2013-2015, yaitu mendatangkan kunjungan 2 juta wisatawan ke NTB yang puncaknya diharapkan terjadi pada tahun 2015 mendatang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Muhammad Nasir, berharap dukungan dari seluruh stakeholders pariwisata.

“Pariwisata itu memiliki dimensi yang luas, sehingga penerapannya juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh pihak melalui tugas dan fungsinya masing-masing,” kata Nasir, ketika memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal DPD INCCA (Indonesia
Congress And Convention Association) Provinsi NTB, Rabu (28/8) di Mataram.

Menurutnya, kalau dalam program Visit Lombok Sumbawa 2012 lalu, kegiatan kepariwisataan NTB lebih banyak berlangsung di pulau
Lombok, maka dalam program Tambora Menyapa Dunia 2013 – 2015 arah pengembangannya telah bergeser di pulau Sumbawa.

“Di sektor kepariwisataan, Lombok saat ini telah berkembang pesat. Keberhasilan inilah yang kemudian harus ditularkan ke pulau Sumbawa, karena dari segi potensi, baik keindahan alam, maupun seni dan budaya, pulau Sumbawa juga tidak kalah, tingggal dikembangkan dan dilengkapi fasilitasnya saja,” kata Nasir.

Terkait fasilitas, sarana dan prasarana, maka untuk mendukung keberhasilan program Tambora Menyapa Dunia 2013-2015, Pemerintah Provinsi NTB sebelumnya juga telah melakukan koordinasi lintas dinas/instansi, baik tingkat I (Provinsi) maupun tingkat
II (Kabupaten/Kota).

“Seperti Dinas Pekerjaan Umum NTB, memiliki tugas untuk memperbaiki, atau membangun berbagai infrastruktur dasar seperti akses jalan dan jembatan menuju lokasi destinasi wisata Gunung Tambora. Demikian juga soal ketersediaan air bersih dan listrik, sudah ada dinas/instansi lain yang bertanggungjawab membangun,” ujar Nasir dalam kegiatan yang dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua INCCA NTB, Nurhaedin, Ketua BPPD NTB, Awanadhi Aswinabawa, Ketua Asita NTB, Agus Mulyadi, Ketua PHRI NTB, Gusti Lanang Patra, Ketua Astindo NTB, Johan Olie, dan para pelaku wisata lainnya.

Gubernur NTB menurutnya, juga telah melakukan evaluasi terhadap beban pekerjaan yang dilimpahkan kepada masing-masing dinas/instansi tersebut, sehingga pada waktunya nanti, yaitu ketika berlangsung even peringatan dua abad letusan Gunung Tambora pada tahun 2015, semua fasilitas, maupun sarana dan prasarana dasar telah siap.

Diakui Nasir, karakter kepemimpinannya memang agak berbeda kalau dibandingkan dengan Kepala Disbudpar sebelumnya (HL. Gita Aryadi). “Kepala Disbudpar sebelumnya, kalau diibaratkan dalam permainan sepakbola adalah seorang pemain “penyerang” seperti
Leonel Messi, yang akan selalu berlari dan terus berlari untuk menjebol gawang lawan. Sedangkan kalau saya ini memiliki karakter seperti pemain “bertahan”, Charles Puyol, mempertahankan garis belakang, dan sesekali berlari membantu penyerang,” papar Nasir.

“Artinya, dalam mengembangkan pariwisata NTB, dan mewujudkan angka dua juta kunjungan wisatawan ke pulau Lombok dan Sumbawa, ia tidak bisa bekerja sendiri, tetapi butuh bantuan seluruh stakeholders, khususnya para pelaku dan asosiasi pariwisata NTB seperti BPPD, INCCA, Asita, PHRI, dan Astindo, termasuk media tentunya,” pungkas Nasir. GT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *