Pantainya Menawan, Tapi Nele Rere Kian Sepi

PONDOK WISATA: Tempat di sekitar Nele Rere, Kecamatan Ile Boleng ini sebenarnya sudah berkembang pariwisatanya sejak dahulu. Sayang sekali tampaknya kurangnya dukungan membuat mereka gulung tikar. (Kopong Gana/lomboktoday.co.id)

ADONARA, Lomboktoday.co.id – Semangat dalam mengembangkan sejumlah kawasan wisata di Pulau Adonara, kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebenarnya sudah berlangsung sejak lama.

PONDOK WISATA: Tempat di sekitar Nele Rere, Kecamatan Ile Boleng ini sebenarnya sudah berkembang pariwisatanya sejak dahulu. Sayang sekali tampaknya kurangnya dukungan membuat mereka gulung tikar. (Kopong Gana/lomboktoday.co.id)
PONDOK WISATA: Tempat di sekitar Nele Rere, Kecamatan Ile Boleng ini sebenarnya sudah berkembang pariwisatanya sejak dahulu. Sayang sekali tampaknya kurangnya dukungan membuat mereka gulung tikar. (Kopong Gana/lomboktoday.co.id)

Tengoklah beberapa bagian pulau ini yang masih meninggalkan bekas-bekas upaya pengembangan itu. Misalnya, salah satunya di Pantai sekitar Nele Rere, Kecamatan Ile Boleng.

Pantai yang kini dijadikan kawasan budidaya mutiara itu, masih menyisakan beberapa pondok yang mulai jebol atapnya, bahkan ditinggalkan tanpa penghuni sama sekali. Itulah yang terlihat ketika FBC melintasi tempat ini, Kamis, 29 Agustus.

Ketiadaan pohon pelindung dan seting pengembangan pariwisata yang kurang jelas, tampaknya menjadi penghambat utama  dalam pengembangan dan kemajuan dunia wisata di daerah ini.

Syukurlah, angin laut dengan hawa yang sungguh khas, cukup membantu orang yang singgah di tempat ini, untuk bertahan sebentar guna menikmati pemandangan di tempat ini.

Jika bukan karena angin laut yang cukup menyejukan di siang terik, mungkin tak banyak orang mau singgah di tempat ini. Apalagi ditambah tak ada aktivitas sama sekali.

Sebenarnya bukan hanya itu persoalannya. Sebagaimana kawasan sekitar Ula Goe yang tak menyisakan aspal sedikit pun di jalan itu, demikian juga ruas jalan di sekitar Nele Rere ini.

Sarana jalan yang tak karuan di sejumlah tempat di Pulau Adonara, khususnya yang menuju sejumlah kawasan wisata, tampaknya menjadi salah satu penyebab banyak orang jadi malas alias ogah mengunjungi kawasan wisata tertentu.

Ini sungguh terlihat tidak hanya di Nele Rere ini, tapi juga jalan menuju kawasan wisata Watotena, Ina Bura, Kecamatan Ile Boleng, jalan menuju kawasan wisata sejarah dan budaya di kampung asal Liang Lolon,  Desa Adonara, dan juga sejumlah tempat lainnya, termasuk kawasan wisata yang baru berkembang namun sulit dijangkau lantaran masalah yang serupa seperti di Meko, Desa Regong, Kecamatan Witihama.

Sampai kapankah pemerintah daerah membiarkan kondisi ini terus berlangsung? Bukankah pemerintah yang seharusnya berada di barisan paling depan dalam pengembangan pariwisata? Mengapa di daerah ini hanya sekadar mendukung usaha masyarakat pun susah sekali? AMA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *