Ampenan Layak Masuk Jaringan Kota Pusaka

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Kota tua Ampenan dinilai layak menjadi bagian dalam jaringan kota pusaka yang diakui secara nasional maupun internasional. Pernyataan tersebut disampaikan Walikota Mataram melalui Sekretaris Daerah Kota Mataram, HL Makmur Said, ketika menjadi pembicara dalam acara Temu Pusaka Indonesia (Taksa) 2013 yang berlangsung di Ampenan, Jumat (13/9).

Kegiatan yang dihadiri ratusan pegiat dan pemerhati pusaka dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk dari NTB, serta 10 perwakilan dari luar negeri itu juga dinyatakan, bahwa revitalisasi kota tua Ampenan yang telah dicanangkan Pemkot Mataram, diharapkan dapat mendukung visi Kota Mataram yang maju, religius, dan berbudaya.

“Masyarakat berbudaya itu tidak hanya dilihat dari berkembangnya adat-istiadat saja, melainkan juga pada berkembangnya infrastruktur yang berkarakter kearifan lokal,” kata Makmur Said.

Harapan serupa juga disampaikan Kepala Bappeda Kota Mataram, Lalu Mertawang, bahwa revitalisasi diharapkan mampu menempatkan masyarakat sebagai pelaku dan pemain utama.

“Kami ingin membangkitkan kebanggaan masyarakat Mataram, khususnya warga Kota Ampenan,” ujar Mertawang.

Sebagai ujung tombak perencanaan pembangunan di Kota Mataram, Bappeda Mataram kini juga sedang bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Dirjen Karya Cipta untuk menyusun rencana tata bangunan dan lingkungan.

“Rencana tata bangunan dan lingkungan ini nantinya akan menjadi referensi bagi seluruh pembangunan yang dilaksanakan di kota tua Ampenan,” jelas Mertawang.

Dwi Cahyono, salah satu peserta diskusi yang juga anggota komunitas pecinta budaya, menyatakan pujiannya terhadap rencana yang sedang disusun pihak Bappeda Mataram untuk melestarikan kota tua Ampenan.

Diakuinya, selama ini sikapnya selalu berseberangan dengan Bappeda Mataram yang gencar melaksanakan modernisasi pembangunan, dengan dalih ingin mensejahterakan masyarakat.

“Rencana pelestarian kota tua Ampenan ini tentu menjadi angin segar untuk pelestarian pusaka kota Ampenan, yang kehadiran dan kejayaannya di masa lampau, juga harus diketahui dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkas Cahyono. GT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *