FBI Antisipasi Bahaya Teror Migas

WASHINGTON,Lomboktoday.co.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi mengeluarkan peringatan terhadap industri minyak akan potensi bahaya terorisme. Secara detil AS memperingatkan potensi bahaya tersebut ada di gudang penyimpanan bahan bakar.

Seperti dikutip Reuters, Sabtu (14/9), seorang anggota dari Biro Federal Investigasi (FBI) mengkhawatirkan adanya upaya terorisme untuk membeli ataupun mencuri bahan bakar tersebut untuk digunakan sebagai bahan bakar pemusnah massal.

Indikasi yang diutarakan oleh FBI tersebut disampaikan saat peringatan peristiwa 911. Untuk itu FBI mengantisipasi adanya serangan teroris di Negeri Paman Sam.

Merespons peringatan tersebut, Asosiasi Penjual Minyak AS (PMAA) mengaku belum menerima sinyal adanya ancaman. Kendati demikian, setelah diberitahu FBI, PMAA langsung menyebarkan pesan tersebut pada seluruh anggotanya.

Isi dari pesan PMAA kepada anggotanya adalah memperingatkan mereka untuk menyeleksi semua calon pembeli. Apalagi bila pembeli tersebut bukan dari daerah tempat anggota PMAA beroperasi dan langsung membeli bahan bakar secara penuh.

Walau sudah ada peringatan dari beberapa pihak tetapi ketika dikonfirmasi oleh beberapa media lokal, para pejabat keamanan di AS mayoritas belum mengetahui adanya peringatan tersebut. LTD/rtr

Kirim Komentar

Leave a Reply