Pengelolaan Retribusi Air Tanah Belum Maksimal

KLU,Lomboktoday.co.id– Pengelolaan pajak retribusi pemanfaatan air bawah tanah di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dinilai masih belum maksimal. Tak hanya di sektor perhotelan dan restaurant, namun juga di sejumlah perusahaan komersil yang membuka pelayanan.

“Pengelolaan pajak retribusi untuk pemanfaatan air bawah tanah sejauh ini belum maksimal. Banyak hotel, restaurant dan beberapa perusahaan yang tidak terdata. Harus segera dimaksimalisasi untuk mendongkrak PAD dari sektor ini,” ungkap anggota DPRD KLU, Syamsul Anwar, LC, kepada Lomboktoday.co.id, Sabtu (14/9), di Tanjung.

Jika dibandingkan jumlah hotel, restaurant dan perusahaan komersil yang ada di Lombok Utara secara umum, bisa dikatakan tidak sebanding dengan nilai pajak retribusi yang bisa diserap (tidak lebih dari Rp 50 juta). Pihaknya juga akan meminta dinas terkait untuk segera melakukan pendataan ulang atas hotel dan restaurant yang memanfaatkan air tanah.

“Kita minta Dinas terkait mendata ulang jumlah persuahaan yang memanfaatkan air bawah tanah, karena diduga banyak yang tidak terdaftar. Secara umum, hampir sebagain besar perusahaan hotel dan restaurant memanfaatkan air bawah tanah untuk mendukung operasionalnya,” cetusnya.

Hal yang sama juga diutarakan anggota DPRD lainnya, Ardianto, SH, menurutnya, penarikan pajak retribusi air bawah tanah hanya diprioritaskan terhadap perusahaan-perusahaan besar (hotel dan restaurant-red), yang memang sudah terdaftar. Sementara di satu sisi masih banyak objek pajak yang belum disentuh.

“Bagaimana bisa optimal kalau masih banyak perusahaan yang tidak terdaftar, ” paparnya. DNU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *