Bandar Kayangan Tunggu Hasil Kajian Lokasi

KLU,Lomboktoday.co.id – Proses penetapan lokasi wacana pembangunan Bandar Kayangan di Kecamatan Kayangan Lombok Utara, yang digagas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappenas) sejak 5 tahun lalu itu, kini dalam tahap menunggu hasil kajian atau uji kelayakan (Study Vissibility).

“Terkait wacana Bandar Kayangan, pemerintah pusat dan daerah telah melakukan uji kelayakan lokasi, kita tunggu saja bagaiaman hasilnya nanti. Namun yang pasti ini keuntungan bagi daerah ke depan,” tandas Anggota DPRD KLU, Abdul Gani, kepada Lomboktoday.co.id.

Dikatakan Gani, sejak beberapa tahun lalu, Tim pengkaji pusat bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi telah beberapa kali turun lapangan guna melakukan orientasi kajian lingkungan terhadap berbagai aspek sosial setempat.

Sementara tahun ini, Pemda melalui APBD mengalokasikan anggaran sebesar Rp 250 juta untuk kegiatan yang sama, dengan melibatkan sejumlah kalangan.

Sementara, Kepala Bappeda KLU, Ir. Nanag Matalata, mengisyaratkan, jika rencana pembangunan Bandar yang digadang-gadang sebagai Bandar terbesar di Indonesia timur itu menunjukan progress yang positif. Mengingat pembahasan terkait rencana tersebut pernah beberapa kali dilakukan pemda KLU bersama pemerintah Provinsi dan Pusat. Namun menurutnya, pasti atau tidaknya wacana dimaksud, akan ditentukan pemerintah pusat.

“Ini baru wacana, tapi prorgesnya cukup positif. Saya rasa prosesnya masih panjang, masih banyak hal yang harus dilalui. Rencana proyek ini ditentukan juga oleh seberapa besar kesiapan daerah. Kita harap masyarakat mendukung rencana program ini,”cetusnya.

Salah satu alasan Bappenas melirik daerah Kayangan sebagai lokasi pembangunan proyek yang ditaksir menelan anggaran lebih dari Rp 16 triliun itu, tidak lain karena letak Lombok Utara sebagai salah satu Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI-II), dinilai cukup potensial untuk mendukung kebutuhan trasnportasi laut di bagian Indonesi timur. DNU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *