DPRD Lotim akan Turun Lapangan

2 minutes reading
Tuesday, 24 Sep 2013 12:35 0 675 Editor

Terkait Adanya Penolakan Tiga Kecamatan Masuk KLS

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Komisi I Bidang Pemerintahan DPRD Kabupaten Lombok Timur akan turun ke lapangan guna menyerap aspirasi masyarakat mengenai adanya isu tiga wilayah kecamatan yang masuk dalam Daerah Otonomi Baru (DOB) atau Kabupaten Lombok Selatan (KLS), yakni Kecamatan Montong Gading, Terara dan Sikur. Sehingga lebih jelas apa sebenarnya yang terjadi di lapangan.

‘’Kami sudah merencanakan akan turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi dari warga di wilayah kecamatan yang isunya menolak masuk wilayah KLS,’’ tegas Ketua Komis I Bidang Pemerintahan DPRD Lotim, HM Zuhri di kantornya, Selasa (24/9).

Zuhri menjelaskan, dirinya memang pernah mendengarkan isu mengenai warga yang ada di tiga kecamatan menolak masuk wilayah KLS yang saat ini masih dalam proses pembahasan di tingkat DPR RI. Tapi isu itu hanya berkutat dari mulut ke mulut saja yang dihembuskan oleh person atau perorangan saja. Bukan merupakan atas inisiatif seluruh masyarakat yang ada di tiga kecamatan tersebut.

‘’Dengan kami turun untuk menyerap aspirasi ke masyarakat mengenai penolakan masuk wilayah KLS, tentu akan semakin lebih jelas. Hingga saat ini, kami belum menerima hitam di atas putih atau dalam bentuk tertulis mengenai masalah penolakan warga di tiga wilayah kecamatan masuk KLS,’’ terang Zuhri seraya mengakui dengan adanya isu itu memang membuat situasi politik di Lotim menghangat.

Politisi PBB Lotim ini menjelaskan, untuk mendapatkan persetujuan dan rekomendasi dari Gubernur NTB maupun DPRD Lotim tentang pemekaran Lotim menjadi KLS, yang diajukan ke Mendagri dan DPR RI berjumlah sebanyak delapan kecamatan, diantaranya; Kecamatan Montong Gading, Terara, Sikur, Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru. Namun di tengah perjalanan, terutama pada saat barang ini sudah berada di DPR RI untuk dibahas, muncul isu baru di tiga kecamatan yang menolak untuk masuk KLS. Sehingga hal ini harus menjadi perhatian semua pihak agar nanti tidak menjadi persoalan di kemudian hari.

‘’Mari kita sama-sama gali akar permasalahan yang sebenarnya mengenai adanya isu penolakan tiga kecamatan masuk wilayah KLS,’’ ungkapnya sembari pihaknya tidak ingin hanya gara-gara masalah ini akan berakibat terhadap gagalnya pembentukan KLS.SR

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA