Pemkab Lotim Diminta Segera Kembalikan Kendaraan

Sebabkan Pelajar di Batu Nampar Mogok Sekolah

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur diminta untuk segera mengembalikan kendaraan yang biasa digunakan untuk mengangkut pelajar di Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru, Lotim berangkat ke sekolah. Permintaan itu dilontarkan oleh kalangan DPRD Kabupaten Lotim.

Karena dengan adanya pencabutan kendaraan itu, menyebabkan pelajar yang ada di Batu Nampar tidak bisa bersekolah. Sehingga, hal ini menyebabkan mereka melakukan aksi mogok sekolah sampai selama satu pekan.

‘’Pemkab Lotim harus segera kembalikan kendaraan yang dicabut itu, agar anak-anak bisa bersekolah lagi. Dan kami tidak inginkan lagi adanya istilah mogok sekolah,’’ kata salah seorang Anggota DPRD Lotim dari PDI Perjuangan, Safruddin kepada Lomboktoday.co.id di Selong, Selasa (24/9).

Safruddin mengatakan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) maupun pihak Pemerintah Kecamatan setempat tidak boleh diam melihat permasalahan yang menimpa pelajar di Batu Nampar yang tidak bisa bersekolah lantaran tidak ada kendaraan yang digunakan untuk menuju ke sekolah. Apalagi jarak rumah mereka dengan lokasi sekolah sangat jauh, sehingga membutuhkan kendaraan penunjang untuk bisa sampai ke sekolah.

Padahal, kendaraan milik Pemda yang diberikan ke Pemerintah Desa untuk membantu arus transportasi masyarakat maupun pelajar untuk berangkat ke sekolah itu, memiliki manfaat yang sangat baik. Tapi, dengan ditariknya kembali kendaraan itu oleh Pemda, tentu sangat memberatkan masyarakat sekitarnya yang tidak bisa anaknya berangkat ke sekolah, karena lokasi sekolah cukup jauh.

‘’Kalau memang alasan Pemda menarik kendaraan itu karena ada pemeriksaan dari BPK, maka setelah itu harus dikembalikan lagi ke tempat pemanfaatan semula,’’ ungkap Safruddin yang juga Caleg DPRD Lotim dari Dapil II Lotim ini.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lotim ini meminta Pemda untuk menambah kendaraan yang telah diberikan pemanfaatan sebelumnya untuk masyarakat. Terutama dalam menunjang transportasi yang ada. Sehingga nanti tidak ada lagi terdengar adanya pelajar yang mogok ke sekolah gara-gara kendaraan yang digunakan ditarik oleh Pemda tanpa alasan yang jelas.

‘’Bagaimana nasib generasi penerus bangsa di Lotim bila pelajarnya mogok sekolah gara-gara kendaraan yang digunakan ditarik Pemda,’’ terang politisi PDI Perjuangan ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Lotim, Yanis Maladi saat dikonfirmasi via ponsel, meski terdengar nada masuk namun tidak mau diangkat hand phonenya.

Kabag Humas dan Protokol Setdakab Lotim, Iswan Rakhmadi mengaku belum mengetahui masalah ini, sehingga pihaknya akan melakukan kross chek terlebih dahulu agar semuanya menjadi lebih jelas.SR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *