Gauli Siswi SMA Hingga Hamil, Rozikin Diciduk Polisi

ilustrasi/lomboktoday.co.id

LOTIM,Lomboktoday.co.id – Rozikin (32), warga Sawing, Kelurahan Majidi yang diduga sebagai salah satu pemerkosaan terhadap siswi SMA berinisial MGR (15), akhirnya diciduk polisi.

ilustrasi/lomboktoday.co.id
ilustrasi/lomboktoday.co.id

Jajaran Polres Lombok Timur mengungkap kasus ini setelah pihak keluarga korban melaporkan kasus dugaan perkosaan yang menimpa MGR,  siswi di salah satu SMA di Selong.

Kaur Bin Ops (KBO) Satuan Reserse Kriminal Polres Lotim, IpdaZainuddin Basri menjelaskan, dalam penyelidikan ternyata pelakunya ada empat orang termasuk Rozikin ini.

“Tiga pelaku lainnya sudah lebih dulu ditangkap, dan pelaku keempat terakhir dibekuk polisi adalah M. Rozikin (32) warga Sawing Majidi. Ditangkap di rumahnya sendiri di kawasan Sawing setelah sempat kabur,” kata Zainuddin Basri, Kamis (26/9) di Polres Lotim.

Kasus perkosaan ini bermula dari hubungan asmara Rozikin dengan MGR. Saat itu korban MGR tengah berada di Pancor di rumah neneknya, Rozikin pun menjemput korban untuk diajak jalan-jalan.

Rozikin pun membawa korban ke rumah salah seorang kerabatnya di kawasan Erot, Labuhan Haji. Awalnya korban tak menaruh curiga pada kekasihnya itu. Namun sampai lokasi kejadian, korban langsung dipaksa melayani nafsu bejad Rozikin.

Saat itu, korban tidak langsung melaporkan perbuatan Rozikin, karena Rozikin berjanji akan menikahi korban. Akibatnya Rozikin pun berhasil mengulang perbutannya menyetubuhi MGR berkali-kali.

Namun, saat MGR akhirnya hamil, Rozikin ingkar janji dan enggan bertanggung jawab menikahi MGR. Korban pun mengadukan ke pihak keluarganya dan keluarganya keberatan dan melaporkannya ke polisi pada Agustus lalu.

“Pelaku ini kami buru sejak Agustus lalu baru akhir September ini tertangkap. Bahkan saat penangkapan sempat berusaha melarikan diri lagi. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena siapa berani berbuat tentunya harus berani bertanggungjawab,” terang Zainuddin Basri.

Menurut Zainuddin, selain perkosaan, perbuatan pelaku juga dijerat dengan pasal 81 jo pasal 82 UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” terang Zainuddin. SR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *