PNS Wajib Sisihkan 2,5 Persen Gaji untuk Zakat Profesi

ilustrasi/lomboktoday.co.id

LOTIM,Lomboktoday.co.id – Bupati Lombok Timur, HM Ali Bin Dachlan mengatakan, PNS di Lombok Timur wajib menyisihkan 2,5 persen dari gaji bulanannya untuk zakat penghasilan atau zakat profesi, yang dikumpulkan melalui Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Lotim.

ilustrasi/lomboktoday.co.id
ilustrasi/lomboktoday.co.id

Dana zakat yang terkumpul, akan dimanfaatkan untuk menanggulangi masalah kemiskinan di daerah setempat, yang disalurkan juga melalui Bazda.

Hal itu ditekankan Bupati Ali, Senin (30/9) saat mengukuhkan pengurus Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Lotim periode 2013-2018, di pendopo Bupati.

Jajaran pengurus baru Bazda Lotim yang dikukuhkan antara lain, Ketua H Rawitah Asy’ari, Wakil Ketua TGH Abdul Maad Mukmi LC, Sekretaris Drs Moh Thuhri, dan Bendahara Drawanih SIP.

Bupati Ali juga berharap agar pengurus baru Bazda Lotim bisa melakukan penyaluran zakat dengan baik dan memberikan kepada orang-orang yang berhak menerima. Bahkan bila perlu  sebelum menyalurkan zakat seluruh petugasnya didiklat.

Karena Bazda ini merupakan  lembaga gerakan ummat Islam untuk menjalankan Syari’at Islam, dengan setiap Ummat Islam wajib membayar zakat.

“Pegawai Negeri, wajib membayar zakat penghasilan atau zakat profesi sebesar 2,5 persen,” terang Bupati Lotim.

Ia menjelaskan, hasil pengumpulan zakat yang  dilakukan  Bazda akan disalurkan untuk menanggulangi kemiskinan,  karena hasil pengumpulan zakat, infak, dan sadakoh ini,  tidak boleh digunakan untuk membantu pembangunan masjid, selama masih ada orang miskin.

Maka diharapkan kepada kepengurusan yang baru ini mampu  menggerakkan potensi yang ada, dan hal itu harus di mulai dari sekarang untuk  mengentaskan kemiskinan. Sebab selain melalui program pemerintah, keberadaan Bazda juga harus diperkuat.

“Saya minta kepada seluruh  Kepala SKPD untuk ikut berlomba membangun zakat dan jangan mengembangkan debat dan diskusi karena itu hal yang mubazir, tapi bagaimana untuk bersatu padu, ” tandas Bupati Lotim, HM Ali BD seraya mengatakan koordinasi dengan Bazda di tingkat desa agar terus dilakukan, dengan mengaktifkan kembali Bazisdes yang ada, dalam melakukan pengumpulan dana. SR

Responses (2)

  1. Pada prinsipnya saya sangat mendukung pemotongan gaji 2,5%,karena secara sar’iiyah itu adalah suatu keharusan bagi Insan Mukmin yang ingin membersihkan harta penghasilannya,namun perlu kita ketahui bersama bahwa masih banyak insan mukmin PNS yang belum memahami dan menerima secara ikhlas karena berbagai alasan yang secara aqliyah dapat diterima masing-masing.Sehingga menurut hemat saya hendaknya perlu adanya sosialisasi yang bersifat menyeluruh ke semua SKPD sampai tingkat UPTD/UPTB dan sistim pemotongannya diharapkan bersifat tidak mengikat agar tidak timbul pemaksaan dalam berinfaq atau bersadaqoh dan atau berzakat terlebih dalam Ibadah.Tiada hukum agama yang bersifat pemaksaan tapi berdasarkan kesadaran diri atas kebutuhan yang dilandasi dengan nilai iman dari seseorang .Dan khusu bagi saya pribadi okey….siap bangun rumah di akherat. Amin…….

  2. Berbicara Zakat khususnya bagi Kaum Muslimin di Lombok Timur baik yang bernip maupun yang tidak punya Nip tentu tidak akan asing bagi mereka karena selalu ditunaikannya pada saat-sat yang telah ditentukan waktunya,hanya saja proses pengeluaran dan penmgumpulan zakat ini belum menjadi keseragaman yang pasti di seluruh wilyah Patuh Karya ini,sehingga terkesan Zakat itu masih bersifat aturan adat kebiasan yang bersifat mengikat seperti di Desa A, Zakat dikumpulkan di PA untuk anak Yatim-Piatu setempat,di Desa B,Zakat dikumpulkan untuk membangun Mushalla atau Masjid,dan di Desa C Zakat dikumpulkan untuk orang tua Jumpo/Manula dan lainnya.Sistim ini sudah mentradisi di daerah ini.Sebenarnya sistim-sistim ini jika diseragamkan dengan satu cara untuk semua Asnat Zakat,dan dikelola secara profesional baik Zakat Fitrah maupun Zakat Mal maka kami berkeyakinan semua Jenis Zakat yang ada dalah hukum Islam yang diwajibkan kepada Pemeluknya mengalir lewat satu pintu yang disebut BAZDA dan keluar juga lewat satu Pintu yang namanya BAZDA,tentulah Tujuan Zakat yang hakiki itu akan tercapai dan masyarakat Lombok Timur lambat laun tidak ada yang Fakir maupun Miskin .Hanya saja hal ini melaksanakannya tidaklah seperti membolak balik telapak tangan karena perlu penyadaran masyarakat dalam bnetuk gerakan Moral yang bersifat kontinue dan berkesinambungan agar berkembang secara wajar bukan terkesan secvara pemaksaan.Selama ini masyarakat bingun dalam mengeluarkan atau menunaikan kewajibannya dalam berzakat karena dalam waktu yang bersamaan satu keluarga ditodong secara tertulis oleh lembaga seperti Ponpes,Sekolah ,Yayasan,Pengurus masjid,dll.untuk memenuhi permintaan yang sama dengan bahasa ” Tunaikan zakat anda untuk disalurkan kepada ini dan itu ” Alangkah harmonisnya masyarakat berzakat jika diatur dengan baha ” Semua Zakat harus diserahkan kepada Pihak Pemerintah atau Lembaga yang ditunjuk Pemerintah untuk mengelolanya (BAZDA)untuk selanjutnya disalurkan kepada yang berhak menerimanya sesuai asnat yang ditentukan dalam agama islam.Insya Allah lambat laum masyarakat akan sadar dan menikmati akan arti dan makna nya serta manfat dari Zakat secara Islami semoga ada manfaatnya ………..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *