Musim Omprongan Tembakau, LPG Mulai Langka

Kelangkaan LPG/Lomboktoday.co.id

LOTIM,Lomboktoday.co.id – Gas elpiji (LPG) ukuran 3 kilogram belakangan ini mulai langka di Lombok Timur, karena diduga diborong oleh petani omprongan tembakau virginia. Hal ini menyebabkan masyarakat mulai resah dengan adanya kelangkaan tersebut.

Kelangkaan LPG/Lomboktoday.co.id
Kelangkaan LPG/Lomboktoday.co.id

Sementara kelangkaan itu menyebabkan harga elpiji 3kg melambung di pasaran hingga mencapai Rp25 ribu, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang hanya Rp15 ribu.

“Hasil pengecekan lapangan kalau LPG ukuran 3 kg yang dikhususkan untuk rumah mengalami kelanggkaan karena diduga diborong para petani tembakau untuk digunakan omprongan,” kata Kepala Dinas ESDM, PP Lotim, Framadi Anugrah Kartika, Rabu (2/10).

Ditegaskan, jika mengacu pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2008 Tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah, dengan disebutkan terhadap definisi mengenai usaha mikro. Dengan kegiatan usaha yang memiliki laba bersih Rp 50 juta/tahun atau memiliki hasil penjualan Rp 300 juta/tahun.

Begitu juga mengenai penerima pihak yang berhak menggunakan LPG 3 kg tersbeut adalah pengusaha mikro dan rumah tangga. Sedangkan para petani pengomprong termbakau diketahui tidak ada yang menghasilkan penjualan sampai Rp 300 juta/tahun.

Karena penggunaan LPG 3 kg oleh para pengomprong belum dianggap bermasalah karena belum ada aturan khusus yang mengatur. Sehingga pihaknya ingin ketahui petani tembakau itu ada aturan hukumnya tidak mereka tidak boleh menggunakan LPG 3 kg.

“Fakta yang terjadi diakui satu kali proses pengovenan bisa membutuhkan 100 buah tabung, sehingga para petani pengomprong berani membeli dengan harga jauh lebih tinggi dari HET. Pembelian pun tidak pernah sedikit.

“Sekali membeli bisa mencapai 20 tabung,”ujar mantan Kadis Hutbun Lotim seraya mengatakan pasca dicabutnya subsidi minyak tanah oleh pemerintah beberapa waktu lalu, persoalan bahan bakar pengomprongan tembakau virginia Lombok ini memang masih menjadi soal.SR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *