Ratusan Warga Madain Tuntut Kades Mundur

ilustrasi demo/lomboktoday.co.id

LOTIM,Lomboktoday.co.id – Ratusan warga Desa Madain, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur melakukan aksi unjukrasa
di kantor Desa setempat, Selasa (8/10). Mereka menuntut agar Kepala Desa Madain, Sastrawan, mundur dari jabatannya karena dinilai tidak berhasil dalam memimpin Desa Madain.

ilustrasi demo/lomboktoday.co.id
ilustrasi demo/lomboktoday.co.id

Aksi yang dilakukan masyarakat mendapatkan pengamanan ketat dari aparat kepolisian resor Lotim maupun Polsek Sambelia dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat.Pol.PP) Lotim, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi nantinya.

Sementara dalam aksi yang dilakukan masyarakat sempat melakukan penyegelan kantor Desa Madain oleh masyarakat, akan tetapi berhasil dibuka kembali setelah aparat dengan para pendemo melakukan negoisasi, setelah diberikan penjelasan oleh aparat
kalau dilakukan penyegelan akan menganggu pelayanan kepada masyarakat.

“Yang jelas kami minta agar Kades mundur dari jabatannya,”ujar Mamik Hasan dalam orasinya sambil membeberkan kesalahan-kesalahan yang diduga dilakukan oleh Kades, sehingga masyarakat menuntut mundur kadesnya.

Para pendemo menilai kalau Kades yang saat ini menjabat sebagai Kades tidak bisa dipertahankan lagi, karena berbagai kesalahan telah dilakukan oleh Kades tersebut. Diantaranya dugaan penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD),bantuan sosial dan pergantian perangkat desa yang tidak sesuai dengan aturan main yang ada, tanpa pernah melakukan musyawarah dengan BPD maupun para tokoh lainnya.

“Kami minta kepada pemerintah daerah untuk segera menyikapi permasalahan ini, karena kalau tidak maka tentunya kami akan terus untuk melakukan aksi,” teriak masyarakat Madain yang melakukan aksi.

Sementara dalam aksi yang dilakukan warga Madain, diterima oleh Camat Sambelia, H Bukhari bersama unsur muspika dengan meminta kepada masyarakat untuk menyelesaikan masalah dengan kepada dingin dan tidak mengedepankan emosi.

“Setiap masalah yang bisa diselesaikan kalau dengan cara duduk bersama,” terang Bukhari seraya mengatakan untuk masalah tuntutan mundur kades, tentunya akan mekanisme dan aturan yang dijalan, dengan tidak bisa begitu saja.

Setelah Camat bersama Muspika memberikan penjelasan dan pemahaman kepada para massa aksi, kemudian membubarkan diri dengan tertib dan aman, akan tetapi melakukan aksi lanjutan lagi kalau apa yang menjadi tuntutan tidak di respon oleh Pemkab Lotim maupun pemerintah Kecamatan. SR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *