Warga Serahkan Belasan Pucuk Senpi Rakitan

MATARAM,Lomboktoday.co.id – Sedikitnya 17 pucuk senjata api (senpi) rakitan laras panjang dan laras pendek, diserahkan warga di Kabupaten Dompu, NTB kepada aparat TNI dan Kepolisian setempat, setelah imbauan persuasif dilakukan oleh Kodim Dompu dan Polres Dompu sepekan terakhir.

“Sampai hari ini sudah 17 pucuk yang diserahkan warga ke kami, ini berasal dari beberapa wilayah rawan konflik di Dompu,” kata Komandan Kodim Dompu, Letkol Inf Hendro Cahyono, saat dihubungi Selasa (8/10).

Hendro menjelaskan, Dompu yang terdiri dari 8 Kecamatan, memiliki beberapa wilayah yang seringkali terjadi konflik horisontal, perang antar warga yang kerab menggunakan senjata api rakitan selain senjata tajam.

Selain sebagai operasi imbangan untuk pengamanan KTT APEC, sejak 28 September lalu, imbauan persuasif dalam pembinaan teritorial itu juga dilakukan untuk memperngati HUT TNI, 5 Oktober lalu.

Sejak 28 September hingga 4 Oktober, sedikitnya Kodim Dompu berhasil mengumpulkan 11 senjata api rakitan yang diserahkan warga dari sejumlah Desa rawan konfik. Kemudian pada 5 Oktober hingga, Selasa (9/10) 6 pucuk lagi diserahkan warga.

“Jadi masyarakat di daerah rawan konflik itu kami dekati dan imbau secara persuasif untuk menyerahkan senjata api yang diduga mereka miliki, dan ini ternyata cukup efektif, karena masyarakat yang menyerahkan (senpi) dengan sukarela kami hargai dan tidak akan diproses hukum,” katanya.

Dandim Hendro menjelaskan, imbauan persuasif masih akan dilakukan hingga akhir Oktober nanti. Masyarakat Dompu yang masih memiliki dan menyimpan senjata api diharapkan bisa menyerahkan sukarela ke aparat keamanan di pos polisi, atau pos TNI terdekat, atau bisa langsung ke Kodim Dompu dan Polres Dompu.

“Tujuannya juga untuk mencegah munculnya konflik horisontal antar kampung seperti yang sudah-sudah. Dan dari pengakuan masyarakat yang menyerahkan senjata sendiri, mereka mengaku sudah jenuh dengan konflik dan mereka ingin hidup aman tenteram berdampingan,” katanya.

Ia menambahkan, jika masa persuasif itu usai, maka aparat keamanan akan menerapkan tindakan hukum jika ditemukan ada warga yang masih memiliki senjata api rakitan.

“Kalau tertangkap tangan, terpaksa kami lanjutkan ke kepolisian agar dijerat dengan Undang-undang darurat terkait kepemilikan senjata api,” tutup Letkol Inf Hendro Cahyono. GRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *