Idul Adha Ajang Pembelajaran Siswa untuk Berbagi

BAGILKAN DAGING KURBAN: Panitia Kurban SMPN 13 Mataram membagikan daging kurban kepada masyarakat di sekitar lingkungan sekolah. (Foto: Sigit Setyo Lelono/Lomboktoday.co.id)

BAGIKAN DAGING KURBAN: Panitia Kurban SMPN 13 Mataram membagikan daging kurban kepada masyarakat di sekitar lingkungan sekolah. (Foto: Sigit Setyo Lelono/Lomboktoday.co.id)

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Hari Raya Idul Adha 1434 Hijriyah yang tahun ini jatuh pada Selasa (15/10), menjadi ajang pembelajaran kepada para siswa tentang arti ikhlas dan kesediaan berbagi kepada sesama, khususnya mereka yang tidak mampu agar ikut merasakan kebahagiaan.

‘’Pelajaran keimanan dan ketaqwaan (Imtaq) selalu menjadi penekanan kami dalam kegiatan belajar-mengajar siswa, sehingga bisa menjadi benteng yang kuat di tengah tekanan arus globalisasi yang kian meningkat,’’ kata Kepala SMPN 13 Mataram, R Dodik Satrijo Wibowo kepada Lomboktoday.co.id di ruang kerjanya, Selasa (15/10).

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kepedulian para siswa SMPN 13 Mataram menyisihkan sedikit uangnya, dikumpulkan bersama-sama di sekolah untuk membeli hewan kurban yang nantinya dibagikan kepada orang tidak mampu pada Hari Raya Idul Adha, juga tinggi.

‘’Antusias serupa juga ditunjukkan para orang tua/wali murid yang tergolong mampu (kaya). Mereka dengan sukarela menyerahkan hewan kurban, baik sapi atau kambing untuk disalurkan kepada yang berhak melalui sekolah,’’ ujar Dodik.

Dibandingkan tahun lalu (2012) lanjutnya, hewan kurban yang berhasil dikumpulkan di SMPN 13 Mataram tahun ini mengalami peningkatan. ‘’Kalau Idul Adha tahun kemarin, kami berhasil mengumpulkan 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing, maka tahun 2013 ini ada 3 ekor sapi dan 8 ekor kambing,’’ jelas Dodik.

Dari jumlah tersebut, panitia kurban SMPN 13 Mataram selain memotong beberapa hewan kurban di lingkungan sekolah, juga disalurkan ke masjid-masjid, yayasan, dan panti asuhan di sekitar Kota Mataram.

‘’Pihak sekolah manyediakan 750 kupon paket daging kurban yang dibagikan kepada 400 siswa, 120 guru dan tata usaha, serta sisanya diberikan ke masyarakat sekitar lingkungan sekolah, seperti di Kelurahan Dasan Agung, Gomong, dan Kekalik,’’ jelas Dodik lagi.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan pengelola SMPN 1 Mataram, yang tahun ini berhasil menghimpun 4 ekor sapi dan 21 ekor kambing untuk hewan kurban dari hasil iuran para siswa/siswi, guru, kepala sekolah, tata usaha, dan sumbangan orang tua/wali murid.

‘’Seperti sekolah-sekolah lainnya, kami juga menyalurkan sebagian hewan kurban ke masjid-masjid, yayasan dan panti asuhan yang ada di wilayah Kota Mataram,’’ ucap Kepala SMPN 1 Mataram, Lalu Marwan.

Lebih lanjut disampaikan, ada 5 ekor kambing dan 2 ekor sapi yang dipotong di sekolah. ‘’Dagingnya kemudian kita bagikan kepada para siswa, guru, staf dan ke masyarakat sekitar sekolah, melalui 300 paket kupon daging kurban yang telah diedarkan,’’ beber Marwan.

Diakui Marwan, dibandingkan tahun lalu, hewan kurban yang berhasil dikumpulkan sekolahnya tahun ini dari segi kuantitas (jumlah) memang berkurang.

‘’Kalau dikatakan turun sebenarnya sih tidak. Harga ternak yang meningkat hampir 25 persen, mungkin itu yang jadi penyebab. Tahun lalu harga seekor kambing rata-rata hanya Rp1,4 juta, namun sekarang sudah mencapai Rp2 juta, bahkan lebih. Demikian pula ternak sapi, dulu harganya sekitar Rp9 juta, tapi sekarang Rp13 juta per ekor,’’ terang Marwan.

Dukungan untuk melibatkan para siswa/siswi dalam ibadah berkurban pada Hari Raya Idul Adha juga dinyatakan Hamdan, salah satu orang tua/wali murid SMPN 1 Mataram.

‘’Ini adalah kegiatan yang sangat positif. Para siswa harus sedini mungkin diajarkan bagaimana bersikap peduli kepada sesama. Sebagai orang tua siswa, saya sangat mendukung, dan kegiatan ini harus berjalan setiap tahun,’’ harapnya.(GT)

Kirim Komentar

Leave a Reply