Terhujam Pisau Sawit, TKI asal Lombok Tewas di Malaysia

LOTIM,Lomboktoday.co.id – Sebuah kecelakaan kerja merenggut nyawa menimpa Sulhan, TKI asal Moyot, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, NTB. Diduga lantaran pisau pemetik kelapa Sawit yang ia gunakan terlepas dari gagangnya, Suhlan pun meregang nyawa setelah bilah pisau itu menghujam lehernya sendiri, saat bekerja di ladang Sawit di Malaysia Minggu siang (13/10).

Jenazah Sulhan langsung dipulangkan ke kampung halaman oleh perusahaan yang memberangkatkannya, PT Anugerah,  dan tiba di Lombok Timur, Senin malam (14/10) sekitar pukul 22.00 wita.

Salah seorang keluarga korban, Sawaludin menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari pihak PT Anugerah, diduga Sulhan tewas dengan luka di leher, akibat terhujam pisau pemetik kelapa Sawit yang ia gunakan saat bekerja.

Pemulangan jenazah Sulhan seluruhnya ditanggung oleh pihak PT Anugerah yang memberangkatkan Sulhan sebagai TKI di Malaysia.

“Informasinya saat memetik kelapa Sawit, pisaunya lepas dari gagangnya kemudian jatuh dan tepat mengenai leher korban. Korban bahkan sempat mencabut sendiri pisau itu dari lehernya, sebelum pingsan dan nyawanya tak tertolong lagi,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan keterangan pihak perusahaan pula, kematian Sulhan dinilai murni akibat kecelakaan kerja dan bukan karena masalah lainnya. Pihak keluarga juga sudah ikhlas dan tabah menghadapi musibah ini.

“Waktu dapat kabar ini jelas keluarga sangat terkejut. Apalagi korban sudah seringkali keluar masuk jadi TKI di Malaysia,” katanya.

Hanya saja, papar Sawaudin, pihak keluarga menyayangkan karena saat kejadian pihak majikan tidak segera membawa korban ke RS terdekat untuk pertolongan medis.

“Kami sangat menyayangkan karena korban tidak sempat dibawa ke rumah sakit,” keluh Sawaludin seraya mengatakan masalah ini harus menjadi perhatian dari pemerintah pusat dan daerah, agar benar-benar memperhatikan nasib dan keselamatan kerja para TKI yang bekerja di luar negeri.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (STT) Lotim, Sudirman saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum menerima laporan terkait hal tersebut.

“Tapi kami akan kami kroscek kebenaranya agar menjadi jelas,” tukasnya.SR

Kirim Komentar

Leave a Reply