Hari Pangan, ARP Unjukrasa Tolak Import Komoditi

MATARAM,Lomboktoday.co.id – Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARP) NTB, Kamis (17/10) menggelar unjukrasa memperingati hari pangan internasional, di depan kantor Gubernur NTB di Mataram.

Unjukrasa massa ARP di depan kantor Gubernur NTB, menolak kebijakan import komoditi pertanian. (Lomboktoday.co.id/GRA)
Unjukrasa massa ARP di depan kantor Gubernur NTB, menolak kebijakan import komoditi pertanian. (Lomboktoday.co.id/GRA)

Selain menyatakan menolak konversi lahan pertanian yang berlebihan dan menyebabkan menyempitnya lahan pertanian di NTB, massa aksi juga menyatakan protes dan penolakan atas kebijakan import sejumlah komoditi pertanian yang dilakukan pemerintah.

Kebijakan import komoditi pertanian seperti Kedelai, Kopi, dan Bawang Merah serta komoditi strategis lainnya, dinilai hanya akan merugikan kaum tani dan sama sekali tidak berpihak pada upaya ketahanan pangan nasional.

“Kami juga menolak konversi lahan pertanian dengan alasan pembangunan,” tegas koordinator aksi, Zailan.

Massa ARP meminta penyusunan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) daerah di NTB bisa lebih mengakomodir dan menjaga kelestarian kawasan-kawasan sentra pertanian yang ke depan akan terus menyokong ketaganan pangan daerah ini.

Dalam aksinya itu massa ARP sempat terlibat saling dorong dengan petugas kepolisian dan Satpol PP yang berjaga di pintu gerbang kantor Gubernur. Perwakilan Pemprov NTB menyilakan perwakilan massa untuk masuk dan menyampaikan aspirasinya, namun massa menolak keterwakilan. Mereka ingin semuanya diterima dalam penyampaian aspirasi itu. GRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *