Angka Kemiskinan NTB Turun Drastis

Dari Desiminasi Hasil Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan di NTB oleh LSDI Sinar Lima NTB

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Dalam penanggulangan kemiskinan, Pemerintah Provinsi NTB telah melaksanakan berbagai program guna mengurangi angka kemiskinan di daerah ini. Setidaknya, ada 6 (enam) bidang yang jadi prioritas penanggulangan kemiskinan, yakni pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, infrastruktur, ketenagakerjaan dan ekonomi.

DARI KIRI : Moderator Lalu Basuki Rahman M.Pd, Direktur LSDI Sinar Lima NTB, Lalu M Iswadi Athar, S.Pd, dan Dewan Pendiri LSDI Sinar Lima NTB, H Marjan Qomar.

DARI KIRI : Moderator Lalu Basuki Rahman M.Pd, Direktur LSDI Sinar Lima NTB, Lalu M Iswadi Athar, S.Pd, dan Dewan Pendiri LSDI Sinar Lima NTB, H Marjan Qomar. (Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id)

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB Tahun 2009-2013, Pemprov NTB telah menetapkan target penurunan angka kemiskinan. Ini patut disyukuri, mengingat angka kemiskinan di NTB hingga 2013 ini terjadi penurunan yang cukup drastis.

‘’Alhamdulillah, angka kemiskinan di NTB dari tahun 2008 lalu hingga 2013 ini sudah bisa ditekan jumlahnya. Dimana, target penurunan angka kemiskinan pada tahun 2008 lalu berhasil ditekan sebesar 24,99 persen. Tahun 2009, penurunan angka kemiskinan ditargetkan 22,10 persen—terealisasi 22,78 persen. Tahun 2010, ditargetkan turun menjadi 20 persen—terealisasi 21,55 persen. Tahun 2011, ditargetkan turun 18 persen—terealisasi 19,67 persen. Tahun 2012 ditargetkan turun 16 persen—terealisasi 18,63 persen (per Maret 2012) dan 18,02 persen (per September 2012). Tahun 2013 ditargetkan turun 14 persen—terealisasi 17,92 persen (per Maret 2013),’’ kata Direktur Lembaga Sumber Daya Insani (LSDI) Sinar Lima NTB, Lalu M Iswadi Athar, S.Pd pada acara Desiminasi Hasil Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan di NTB, Jumat sore (18/10), di Pawon Satimah, Jalan Kaktus 12 Gomong Mataram.

Acara Desiminasi Hasil Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan di NTB yang diselenggarakan oleh LSDI Sinar Lima NTB itu dihadiri oleh Dewan Pendiri LSDI Sinar Lima NTB, H Marjan Qomar, utusan Bappeda NTB, sejumlah aktivis mahasiswa, ormas, LSM, NGO, organisasi kepemudaan, dan lainnya.

Acara yang dipandu sang moderator Lalu Basuki Rahman M.Pd berlangsung seru. Karena disamping pemaparan dari Direktur LSDI Sinar Lima NTB, Lalu M Iswadi Athar terkait desiminasi hasil evaluasi program penanggulangan kemiskinan di NTB, sambutan dari Dewan Pendiri LSDI Sinar Lima NTB, H Marjan Qomar, juga ada sesi tanya-jawab, masukan, dan saran dari peserta dan tamu undangan.

Iswadi menjelaskan evaluasi program penanggulangan kemiskinan di NTB yang dilakukan sejak Mei lalu memiliki maksud dan tujuan. Dimana, maksudnya yakni untuk mengukur sejauhmana tingkat keberhasilan program yang telah diberikan oleh Pemprov NTB dan bagaimana perkembangan kegiatan percepatan penanggulangan kemiskinan di NTB. Sedangkan tujuannya, untuk mengevaluasi secara keseluruhan berbagai program penanggulangan kemiskinan yang di laksanakan NTB, mengukur sejauhmana tingkat keberhasilan program-program penanggulangan kemiskinan di NTB, serta menjadi acuan dan rujukan utama bagi pengembangan program-program dalam upaya pengentasan kemiskinan ke depan.

Adapun sasaran program yang dievaluasi, kata Iswadi, PNPM Perdesaan, Lumbung Bersaing di BPMD NTB, P2M NTB di KSU An-Nisa, NICE di Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Penumbuhan 100 ribu wirausaha baru di Dinas Koperasi dan UMKM NTB, rehabilitasi rumah tidak layak huni di BPMD NTB, LUEP (Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan) di BKP NTB, dan program pemberdayaana fakir miskin, KAT dan PMKS lainnya di Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil NTB.

‘’Beberapa kriterai penialaian yang digunakan dalam evaluasi; relevansi (relevance); melihat apakah tujuan program mendukung tujuan kebijakan penanggulangan kemiskinan di NTB. Keefektifan (effectiveness); yaitu melihat apakah tujuan program dapat tercapai?. Efisiensi (efficiency); melihat apakah tujuan program tercapai dengan biaya paling rendah. Hasil (outcomes); apakah indikator-indikator tujuan program membaik?. Dampak (impact); apakah indikator-indikator tujuan kebijakan membaik?. Keberlanjutan (sustainability); apakah perbaikan indikator-indikator terus berlanjut setelah program selesai,’’ ungkapnya.

Iswadi menyebutkan berbagai macam teknik yang dilakukan dalam kegiatan evaluasi yakni; studi dokumen, focus group discusion (FGD), WST (wawancara semi terstruktur), kueisioner, dan indepth interview (wawancara mendalam).

SERIUS: Para peserta dan tamu undangan serius mendengarkan pemaparan terkait Desiminasi Hasil Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan di NTB oleh Direktur LSDI Sinar Lima NTB, Lalu M Iswadi Athar, S.Pd. (Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id)

SERIUS: Para peserta dan tamu undangan serius mendengarkan pemaparan terkait Desiminasi Hasil Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan di NTB oleh Direktur LSDI Sinar Lima NTB, Lalu M Iswadi Athar, S.Pd. (Foto: Abdul Rasyid/Lomboktoday.co.id)

Dari evaluasi yang dilakukannya, lanjut Iswadi, setidaknya ada beberapa hal yang bisa ditarik kesimpulan diantaranya; pertama, penanggulangan kemiskinan merupakan keniscayaan dalam pelaksanaan pembangunan, pemerataan pembangunan, dan cita-cita bersama sehingga pemerintah, pemerintah provinsi NTB dan kabupaten/kota sangat serius melaksanakannya dan terencana secara sistematis, terarah dan terindikator melalui sistem perencanaan pembangunan nasional dan daerah, serta penganggaran baik melalui APBN, APBD provinsi dan APBD kabupaten/kota telah dan sedang berjalan.

Kedua, dalam persiapan pelaksanaan program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan di NTB, dalam hal ini sosialisasi program, terdapat program yang proses sosialisasinya dilaksanakan dengan baik yaitu; NICE, PNPM-Mandiri Perdesaan, Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni, dan P2M. Sedangkan program yang dinilai tidak melaksanakan sosialisasi dengan baik, yaitu; Lumbung Bersaing, pembentukan 100 ribu Wirausahawan Baru, LUEP, dan PMKS.

Ketiga, dari segi input program berupa kegiatan masing-masing program ada yang berhubungan langsung dengan kebutuhan  dasar masyarakat miskin dan dapat mengatasi masalah kemiskinan, yaitu PNPM-MP, NICE, Rehab Rumah Tidak Layak Huni, dan P2M. Sedangkan program dan kegiatannya yang termasuk tidak memiliki hubungan langsung dengan kemiskinan adalah penciptaan 100 Ribu Wirausahawan baru, LUEP, dan Lumbung Bersaing.

Keempat, dalam pelaksanaan/pengelolaan program penanggulangan kemiskinan di NTB tidak semua program dinilai telah terkelola dengan baik oleh pelaksana program, dan sebagian program dikelola dengan kurang memuaskan. Adapun program penanggulangan kemiskinan yang dinilai terkelola dengan baik yaitu; NICE, PNPM-MP, Rehab Rumah Tidak Layak Huni, dan P2M. Demikian halnya dengan dampak yang ditimbulkan oleh program dan kegiatannya terhadap Kesejahteraan masyarakat miskin, dari delapan program yang dievaluasi, terdapat program yang memiliki dampak tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat, yaitu NICE, PNPM-MP, P2M, dan Rehab Rumah Tidak Layak Huni.

Adapun faktor-faktor yang menyebabkan persiapan pelaksanaan program, pelaksanaan, kurang maskimalnya hasil, dan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat miskin, diantaranya; sosialisasi tidak dilaksanakan dengan baik/efisien, khususnya pada kelompok sasaran, dan tidak melibatkan unsur lokal baik pemerintah setempat maupun kelembagaan masyarakat lainnya. Program-program yang dilkaksanakan sendiri oleh pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota tanpa melibatkan pihak ketiga baik kelompok masyarkat, LSM maupun kelompok profesonal lainnya sehingga kegiatan kurang intensif dilakukan karena keterbatasan sumberdaya manusia, waktu dan pilihan pendekatan yang dilakukan.

Program-program yang tidak memiliki atau tidak dilengkapi dengan tenaga pendamping masyarakat/fasilitator masyarakat sebagai dinamisator dan operator pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan dalam rangka pengawalan pencapaian tujuan dan target pelaksanaan program dan kegiatan. Beberapa program tidak memiliki keberlanjutan setelah program selesai, termasuk tidak adanya monitoring dan evaluasi pada kelompok sasaran/binaan pasca program. Dan tidak terbangunnya kekuatan kelompok lokal, kelembagaan sosial sebagai pelaku, pemantau dan perencana program/kegiatan dengan baik sehingga pelaksanaan program dan hasilnya tidak menjadi tanggung jawab sosial.

Sementara itu, Dewan Pendiri LSDI Sinar Lima NTB, H Marjan Qomar dalam kesempatan itu mengatakan, program yang dievaluasi adalah bagaimana penanggulangan kemiskinan di NTB. Pemerintah pusat dan daerah termasuk Pemprov NTB, kata Marjan Qomar, sama-sama berhajat untuk mengurangi angka kemiskinan.

‘’Indonesia sepertinya adalah negara yang terkategori miskin. Itu bisa dilihat dengan banyaknya warga negara indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri. Sehingga, hal ini mencerminkan masyarakat Indonesia yang masih hidup di garis kemiskinan,’’ katanya.

Bila berbicara secara hakiki, kata Marjan Qomar, pada dasarnya Indonesia sudah banyak memberi walau dengan terpaksa. Termasuk di NTB, memiliki tambang emas di Batu Hijau Sumbawa, juga termasuk memberi ke luar negeri.

‘’Saya berikan apresiasi yang tinggi kepada teman-teman LSDI Sinar Lima NTB yang telah melakukan evaluasi penaggulangan kemiskinan di NTB. Ke depan, saya berharap kepada teman-teman LSDI Sinar Lima NTB ini untuk melakukan skala prioritas,’’ ungkapnya.(AR)

3 Komentar

  1. Mi'rajSunday, 20 October 2013 at 13:14Reply

    Berarti telah ada peningkatan kinerja Pemda NTB pada periode pertama Gubernur TGH. Zainul Majdi, tinggal melanjutkan terus menurunkan angka kemiskinan pada periode ke-2 ini. Kemiskinan hanya bisa diturunkan angka secara statistik tetapi mustahil dihilangkan sebab miskin -kaya merupakan fenomena sunnatullah, secara teori sosiolologi juga miskin sellau ada di setiap komunitas.

  2. jayeMonday, 21 October 2013 at 07:29Reply

    Ini hasil yg luar biasa tapi sayang untuk PNPM Mandiri Perkotaan tdk di lakukan analisa juga karena sasarannhya adalah masy miskin dikecamatan perkotaan

  3. chairy chalidyantoMonday, 18 November 2013 at 12:34Reply

    Kami sebagai leading sektor pelaksana Program Lumbung Bersaing kurang bisa menerima apabila dikatakan program lumbung bersaing tidak tersosialisasikan dengan baik, tidak memiliki dampak langsung terhadap penurunan kemiskinan dan tidak terkelola dengan baik dan berkelanjutan.
    Perlu diketahui bahwa program lumbung bersaing dilaksanakan dengan melakukan advokasi kepada pemerintah setempat mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa. Termasuk sosialisasi juga dilaksanakan dengan melibatkan seluruh pihak terkait sampai tingkat desa. Karena penjaringan anggota kelompok dilaksankaan melalui seleksi dan pendaftaran yang sangat ketat.
    Program pemberdayaan masyarakat lumbung bersaing jelas memiliki keterkaitan langsung dengan penurunan angka kemiskinan, karena sasarannya jelas yaitu penduduk miskin.
    Mengenai keberlanjutan, sampai saat ini program pemberdayaan masyarakat lumbung bersaing masih terus berlanjut di tiga lokasi yaitu aikmel, taliwang dan kediri. Program ini dikelola oleh tenaga – tenaga pendamping yang profesional dan terlatih serta memiliki kantor unit pengelola yang tetap sebagai tempat pelayanan dengan struktur organisasi yang jelas.

Leave a Reply