Tujuh Orang Diamankan dalam Operasi Anti Narkoba

MATARAM,Lomboktoday.co.id – Jajaran Direktorat Narkoba Polda NTB mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Tujuh orang ini dibekuk dalam sejumlah penggerebekan pada operasi anti narkotika (Antik) yang digelar Polda NTB sejak 20 September hingga 19 Oktober lalu. Mereka terdiri dari pengedar, kurir hingga pemakai narkoba.

Kepada wartawan, Selasa (22/10), Kabid Humas Polda NTB, AKBP Moh Suryo Saputro menjelaskan, pada hari pertama operasi antik petugas mengamankan dua orang masing-masing berinisial MI alias I (24) dan SLM alias Emon  (29), warga Jalan Demak, Lingkungan Taman Indah, Kelurahan Pagesangan Timur, Mataram.

“Keduanya ditangkap dalam penggerebekan di rumahnya,” kata Suryo.

Dari tangan MI  yang diduga sebagai pengedar polisi mengamankan 10 poket sabu. Satu poket seberat 0,1 gram diamankan dari tersangka. Sebanyak delapan poket seberat dengan berat total 0,8 ditemukan di dalam bungkus rokok dan satu poket seberat 0,1 gram ditemukan di lantai rumah. Selain itu polisi mengamankan satu unit ponsel, uang yang diduga hasil penjualan sabu senilai Rp215 ribu.

Polisi juga menyita satu buah tutup bong atau alat hisap sabu lengkap dengan pipet, puluhan pipet dalam bungkus plastik, korek gas dan lainnya. Sementara dari tersangka SLM, polisi mengamankan satu unit Blackberry dan  uang tunai Rp500 ribu.

Dalam operasi selanjutnya, petugas Dit Narkoba menangkap tersangka lain berinisial INS alias Ebot (40) warga Lendang Desa, Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Dari tersangka INS, polisi mengamankan tujuh poket sabu seberat 4,24 gram, sebuah bong, pipet dan peralatan hisap sabu lainnya.

Kemudian polisi kembali menangkap pelaku kasus narkoba lainnya yang berjenis kelamin perempuan berinisial WW (27) warga Gubuk Batu, Monjok, Mataram. Dari tangan wanita ini, polisi mengamankan 14 poket sabu dengan berat total 0,14 gram dan satu unit ponsel.

“WW merupakan target operasi yang diincar sejak lama karena diduga sebagai pengedar narkoba jenis sabu,” jelasnya.

Suryo melanjutkan, pada tanggal 3 Oktober, polisi menangkap tiga tersangka narkoba sekaligus dalam operasi antik. Penangkapan pertama terhadap NMT (31) warga Lingkungan Taliwang, Kelurahan Karang Taliwang, Cakranegara, Mataram. Dari tangannya polisi berhasil mengamankan 18 poket sabu seberat 1,8 gram, satu bong, puluhan pipet, korek gas, dan alat hisap sabu lainnya.

Tersangka berinisial AE (37) tahun warga Karang Panas, Ampenan, Mataram, yang sehari-hari sebagai tukang ojek, juga berhasil dibekuk. Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti narkoba jenis ganja kering seberat 720 gram, satu unit ponsel dan sepeda motor.

Di hari yang sama polisi juga mengamankan seorang wanita berinsial SRT (23) tahun warga Pejeruk Kebon Bawak, Ampenan, Mataram, dengan barang bukti berupa delapan bungkus ganja kering siap edar seberat 211,48 gram yang disimpan di dalam gentong. Selain itu disita pula, sembilan pipet plastik, satu tas kain, dan uang tunai yang diduga hasil penjualan ganja senilai Rp9 juta.

“SRT merupakan istri dari Depak. Depak merupakan orang yang disebut tersangka AE yang menyuplai barang. Namun saat penggerbekan, Depak berhasil kabur dan kini buron dan istrinya SRT diamankan,” kata Suryo.

Menurutnya, para tersangka yang kini ditahan di Polda NTB itu akan dijerat Pasal 112 ayat 1, Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 127 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. LTD

Kirim Komentar

Leave a Reply