33 Lembaga Belajarkan Buta Huruf di Loteng

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat melibatkan 33 lembaga untuk menuntaskan pembelajaran buta aksara tingkat dasar khusus di Kabupaten Lombok Tengah. Sebanyak 33 lembaga itu, sebagian besar PKBM, LSM dan yayasan pondok pesantren yang ada di Lombok Tengah.

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (Paudni) Dinas Dikpora Provinsi NTB, Nuryanti, SE mengatakan, lembaga yang dilibatkan untuk membelajarkan penduduk buta huruf tingkat dasar di Loteng sudah lulus ferivikasi dan validasi data keabsahan lembaganya. Begitu juga dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan yayasan.

‘’Sekarang ini dalam tahap persiapan penandatangan akad pelaksanaan pemberantasan buta huruf di wilayah Loteng antara Dinas Dikpora NTB dengan PKBM/LSM dan yayasan yang terlibat dalam program KF ini,’’ kata Nuryanti.

Nuryanti mengatakan, sebanyak 33 lembaga PKBM/LSM dan yayasan tersebut akan membelajarkan 10 ribu warga buta aksara tingkat dasar yang ada di Loteng. Anggaran untuk membelajarkan 10 ribu warga buta aksara di Loteng dari jumlah buta aksara yang tersisa di Loteng pada tahun 2013 sebanyak 13.161 orang warga belajar bersumber dari APBD NTB dengan besaran Rp2,5 milyar.

Ia menyebutkan, anggaran setiap kelompok belajar yang berjumlah 20 orang dan dua orang tutor dialokasikan dana sebesar Rp5 juta. Dana sebesar Rp5 juta per kelompok tersebut dialokasikan untuk alat tulis, transport warga belajar selaku peserta dan honor tutor juga termasuk didalamnya untuk lembaga pelaksana KF.

‘’Insya Allah awal November proses pembelajaran KF oleh lembaga yang ditunjuk itu sudah dimulai,’’ pungkasnya.(MN)

Kirim Komentar

Leave a Reply