Kabupaten dan Kota NTB Diharapkan Segera Bentuk BPPD

MATARAM,Lomboktoday.co.id – Guna mendukung program kepariwisataan NTB, “Tambora Menyapa Dunia 2015”, dengan target dua juta kunjungan wisatawan, pemerintah kabupaten/kota se NTB diharapkan agar segera membentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) di wilayahnya masing-masing.

Harapan tersebut disampaikan Ketua BPPD NTB, Awanadhi Aswinabawa, belum lama ini, ketika menerima kunjungan kerja tim pemantau UU No 10 tahun 2009 tentang Pariwisata dari Setjen DPR RI, bertempat di Sekretariat Bersama Asosiasi Pariwisata NTB.

“Banyak sekali potensi wisata yang ada di kabupaten/kota, namun tidak pernah terekspos keluar. Kalau berharap dari pemerintah saja yang melakukan kerja promosi, maka itu tidak akan maksimal. Disini BPPD kabupaten/kota bisa mengambil peran,” kata
Awan.

Seperti peran yang selama ini dijalankan BPPD NTB, membantu Pemprov NTB melaksanakan berbagai promosi pariwisata keluar daerah, bahkan keluar negeri yang dinilai potensial sebagai pasar wisata NTB. Selain itu, BPPD NTB juga membantu pencitraan
daerah, sekaligus promosi potensi investasi, khususnya investasi pariwisata.

Peran tersebut tentu butuh anggaran besar. Darimana BPPD NTB mendapatkan biayanya?

“BPPN (Badan Promosi Pariwisata Nasional) untuk tingkat pusat, dan BPPD untuk provinsi dan kabupaten/kota, adalah lembaga resmi yang dibentuk sesuai amanat UU No 10 Tahun 2009 Tentang Pariwisata. Tentu saja pembiyaannya dianggarkan oleh pemerintah melalui APBN dan APBD,” jelas Awan.

Sayangnya, meskipun pihak pemerintah provinsi telah menetapkan sektor pariwisata sebagai program unggulan. Ternyata tidak semua pemerintah kabupaten/kota di NTB yang ikut memprogramkan pariwisata sebagai prioritas utama.

“Kalau ingin program pariwisata berhasil di NTB, maka seluruh komponen yang ada di NTB tentu harus ikut mendukung. Apalagi Pemerintah pusat melalui MP3EI juga telah menetapkan kawasan NTB masuk koridor V bersama-sama dengan Bali dan NTT, sebagai pintu gerbang pariwisata nasional,” papar Awan.

Dengan pembentukan BPPD kabupaten/kota di seluruh wilayah NTB, akan terjadi koordinasi dan sinergi yang baik antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BPPD provinsi, dan BPPD kabupaten/kota, serta BPPN di tingkat pusat, untuk bersama-sama mempromosikan pariwisata NTB.

Apa permasalahan program pariwisata NTB paling urgent (penting) yang harus segera mendapat solusi, selain dari pembentukan BPPD kabupaten/kota?

“Ada tiga hal, pertama produk pariwisata belum berkembang sesuai harapan, kemudian aksesbilitas masih minim, dan terakhir adalah pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) pariwisata,” beber Awan.

Sementara itu, anggota BPPD NTB dari unsur profesional (media), H Abdus Syukur, menyatakan, bahwa peran promosi pariwisata yang kini dijalankan BPPD NTB, juga tidak bisa lepas dari bantuan media.

Menurutnya, kebijakan promosi pariwisata dan pencitraan daerah, media adalah “jagonya”. Karena informasi yang disampaikan akan langsung tersebar luas di masyarakat.

“Namun demikian, bukan berarti bantuan yang diharapkan itu sampai harus mempengaruhi independensi media,” singkat Syukur.GT

Kirim Komentar

Leave a Reply