Ratusan Milyar Dana Bergulir, Macet di NTB dan NTT

MATARAM,Lomboktoday.co.id – Direktur Keuangan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) RI, Fitri Rinaldi menyebutkan, pemerintah pusat melalui dana APBN sejak tahun 2000 hingga 2013 telah menggelontorkan dana bergulir untuk dua provinsi yakni NTB dan NTT mencapai Rp113 milyar lebih.

“Dari angka Rp113 milyar itu, yang sudah kembali ke LPDB baru hanya Rp10 milyar,” kata Fitri, Kamis (24/10), usai membuka pertemuan Desiminasi pengalihan dan validasi data dana bergulir tahun 2013, di Mataram.

Hadir pada pertemuan itu, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berserta Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten/kota di seluruh Provinsi NTT dan perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB beserta kabupaten/kota dan perwakilan dari pimpinan Bank NTT, Bank NTB dan BRI, BNI, Bukopin dan Bank Muamalat.

Fitri mengatakan, jika diakumulasikan dana bergulir yang belum dikembalikan ke LPDB yang sudah melampaui batas pengembalian selama 10 tahun sejak tahun 2000, untuk Provinsi NTT dan NTB, maka bergulir yang macet alias  belum kembali itu mencapai Rp103 milyar lebih.

Menurutnya, bantuan dana bergulir yang bersumber dari APBN tersebut disalurkan sejak tahun 2000 hingga tahun 2013. Sementara batas waktu pengembalian dana bergulir itu diberikan waktu cukup lama, yakni selama 10 tahun.  Kendati demikian, angka pengembalian dana bergulir tersebut jauh dari harapan.

“Angka yang sudah mengembalikan memang cukup kecil. Padahal bunganya hanya 6 persen/tahun atau setara 0,5 persen setiap bulannya dan diangsur selama 10 tahun,” kata Fitri Rinaldi.

Karena itu, lanjut Fitri, melalui pertemuan desiminasi bersama dinas koperasi  kabupaten/kota yang ada di dua Provinsi di Indonesia timur ini bisa menjadi wadah menyamakan persepsi terkait langkah-langkah strategis agar lembaga koperasi segera mengembalikan dana bergulir yang sudah habis batas waktu pengembaliannya. MN

Kirim Komentar

Leave a Reply