Forum CSR Kesos NTB Gelar Raker

RAKER: Suasana Forum CSR Kesos NTB saat rapat kerja di Hotel Mataram Square.

RAKER: Suasana Forum CSR Kesos NTB saat rapat kerja di Hotel Mataram Square.

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Forum CSR Kesos NTB menggelar rapat kerja (Raker) di Hotel Mataram Square, pada Kamis (24/10). Raker tersebut diikuti oleh 73 orang, yang terdiri dari unsur Pembina, Pengawas dan Pengurus Forum CSR Kesos NTB.  ‘’Forum CSR merupakan suatu lembaga /wahana yang berasal dari unsur masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi untuk memfasilitasi pemerintah dalam mengoptimalkan implementasi peran dunia usaha dalam penyelenggaraan kesejateraan sosial,’’ ungkap Ketua Forum CSR Kesos NTB, Zainul Aidi disela-sela rapat kerja Pengurus CRS Kessos NTB.

Zainul Aidi menjelaskan Forum CSR Kesos NTB ini memiliki visi yakni; sinergisitas peran dan tanggungjawab dunia usaha dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial menuju NTB beriman, berbudaya, berdaya saing, dan sejahtera. Sedangkan misinya; membangun kemitraan di antara dunia usaha, lembaga kesejahteraan sosial perguruan tinggi, masyarakat dan pemerintah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Memfasilitasi pelaku usaha dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, membangun partisipasi dan kemandirian masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Selain itu, mengsinkronkan dan memadukan program penyelenggaraan kesejahteraan sosial menuju NTB Beriman, Berbudaya, Berdaya Saing dan Sejahtera.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Forum CSR Kesos NTB, Dede Muliadi menjelaskan fungsi, tujuan, sasaran, model, strategi dan prioritas program kerja Forum CSR Kesos. Dimana, fungsi Forum CSR Kesos NTB diantaranya; menyusun perencanaaan kegiatan, mengsinkronkan perencanaan, memadukan pelaksanaan, mengkoordinasikan dan memfasilatasi, memberikan pendampingan dalam pendayagunaan sumber daya, monitoring, evaluasi dan pelaporan. Selain itu, memberikan apresiasi dan penghargaan, serta memetakkan data permasalahan kesejahteraan sosial.

Sedangkan tujuan umum Forum CSR Kesos NTB yakni; mengkoordinasikan, memfasilitasi dan mensinerjakan potensi pelaku usaha, lembaga sosial, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mengoptimalkan implementasi tanggung jawab sosial dunia usaha dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, sebagai upaya percepatan pencapaian tujuan NTB Beriman, Berbudaya Berdaya Saing dan Sejahtera.

Selain tujuan umum, lanjut Dede, adapula tujuan khususnya. Diantaranya; pertama, membantu penanganan masalah kesejahteraan sosial yang diprioritaskan meliputi masalah kemiskinan, ketelantaran, kecacatan, keterpencilan, ketunaan sosial, dan penyimpangan prilaku, korban bencana, dan/atau korban tindak kekerasan exploitasi dan diskriminasi. Kedua, membantu mewujudkan ketercapaian target Milenium Development Goals (MDGs).

Dede menjelaskan, sasaran CSR Kesos adalah stakeholders atau pemangku kepentingan dalam pelaksanaan maupun pembentukan Forum CSR Kesos di tingkat provinsi. Ini sangat bermanfaat dalam penyelenggaraan CSR Kesos yaitu; Perusahaan. Dimana, perusahaan menyadari bahwa kegiatan tidak hanya mengejar keuntungan (profit), tapi kepedulian terhadap masalah sosial baik di sekitar lingkungan perusahaan maupun di daerah lain, menjadi sesuatu kebutuhan.

Pemerintah Daerah/Dinas Sosial, dapat berperan dalam menyusun regulasi (peraturan daerah) dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Forum CSR Kesos Provinsi, dapat berperan dalam menjembatani perusahaan yang  ingin melakukan CSR Kesos, baik yang dilakukan sendiri maupun bekerjasama dengan Forum CSR Kesos, dapat mempermudah kegiatan perusahaan. Akademisi, dapat berperan dalam pengembangan pelaksanaan Forum CSR Kesos, sehingga sumber data, metologi, pelaksanaan dan evaluasi dapat berkembang dan lebih baik. Dan PSKS (Potensi Sumber Kesejahtraan Sosial), dalam pelaksanaan CSR dapat berperan untuk melakukan pendampingan kegiatan CSR Kesos perusahaan, sehingga diharapkan dapat menjadi mitra strategis bagi Forum CSR Kesos dan perusahaan yang ingin melakukan CSR Kesos. Selain itu, PSKS dapat sebagai ujung tombak Forum CSR Kesos Provinsi dalam mengumpulkan data dan evaluasi permasalahan sosial di wilayahnya.

Adapun model program CSR Kesos NTB, kata Dede, ada tiga model, yakni; pertama, perusahaan memiliki program yang secara langsung dilaksanakan di masyarakat tanpa keterlibatan perencanaan masyarakat. Peran Forum CSR Kesos hanyalah mencatat dan mempublikasikan. Kedua, perusahaan menitipkan programnya melalui Forum CSR Kesos bekerjasama dengan lembaga/organisasi lain untuk memfasilitasi dan melaksanakan kegiatan di masyarakat. Ketiga, masyarakat mengusulkan program kepada Forum CSR Kesos, kemudian Forum CSR Kesos mengajukannya kepada perusahaan untuk dapat difasilitasi dan dilaksanakan programnya sesuai kesepakatan bersama.

Sementara itu, Wakil Ketua 1 Forum CSR Kesos NTB, Hj Siti Hilmi memaparkan strategi Forum CSR Kesos dalam pelaksanaan program, perencanaan, koordinasi, implementasi, pendampingan, evaluasi, pelaporan dan penghargaan. Prioritas Program Kerja CSR Kesos, kata Hj Siti Hilmi, Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan Kesejahteraan Social pada Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil NTB, peningkatan/perbaikan penghasilan (income generating) bagi keluarga miskin, pemberdayaan sosial (social empowerment) bagi keluarga bermasalah sosial secara spikologis dan ekonomis, pelatihan keterampilan kerja (vocational training) bagi remaja putus sekolah, bagi wanita rawan sosial ekonomi, dan lain-lain.

Kajian dan pengembangan modal program tanggung jawab sosial dunia usaha, dan perbaikan rumah tidak layak huni, rehabilitasi sosial terhadap penyandang cacat (difabel), rehabilitasi terhadap wanita tuna sosial, rehabilitasi sosial terhadap anak nakal, perlindungan sosial terhadap anak nakal, pelayanan sosial dalam keluarga (home care) bagi lanjut usia, pemberdayaan komonitas adat terpencil (kat), penanganan korban bencana alam dan bencana sosial , serta perlindungan sosial bagi korban tindak kekerasan.

Berbicara perencanaan program, Bidang Perencanaan Program Forum CSR Kesos NTB, Rosi Maunofa mengatakan, dalam program ke depan, pihaknya akan lebih banyak action dan berbuat yang riil dengan perencanaan yang  matang. Langkah awal perlunya mapping masing-masing wilayah untuk mengetahui permasalahan, dan kebutuhan masayarakat. Karena dengan perencanaan yang matang dan data akurat, pihaknya meyakini program CSR Kesos NTB ke depan akan berjalan dengan baik.

Wakil Sekretaris 1 Forum CSR Kesos NTB, Lalu M Iswadi Athar juga menjelaskan, ke depan mampu menjadi komunikator antara dunia usaha dan perbankan dalam menyalurkan CSR-nya di NTB. Artinya, diharapkan ke depan CSR di NTB terkelola dengan baik dan bisa disalurkan kepada warga dan masyarakat yang beriman berdaya saing dan sejahtera.

‘’Draf  program kerja Forum CSR Kesos periode 2012-2015 dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial ini merupakan rumusan  awal dalam penyusunan program kerja dari masing-masing bidang tugas secara spesifik/rinci, baik berupa program kerja jangka pendek, menengah atau jangka panjang,’’ ungkap Zaini Aidi di akhir acara rapat kerja tersebut.(LTD)

2 Komentar

  1. ridhoSaturday, 26 October 2013 at 10:04Reply

    maraq bazda. melent tetulung pinaq sekolah PAUD

  2. MOH. RIPAIFriday, 20 December 2013 at 02:56Reply

    LANJUTAN KOMENTAR DIATAS , AWAL KEBOHONGAN PADA SAAT PENERIMAAN SECARA SIMBOLIS CSR TERSEBUT BERDURASI 02;20 MENIT. INI LINKNYA https://www.facebook.com/photo.php?v=2668292916363&set=vb.1527289339&type=3&theater

Leave a Reply