Sambut Temu Akbar, Anak Sekolah Sapu Jalan dan Lorong

Anak sekolah ikut dikerahkan untuk menyapu sejumlah ruas jalan di Desa Watoone. (Foto: Lama Tokan/Lomboktoday.co.id)

Anak sekolah ikut dikerahkan untuk menyapu sejumlah ruas jalan di Desa Watoone. (Foto: Lama Tokan/Lomboktoday.co.id)

WITIHAMA, Lomboktoday.co.id – Persiapan menyambut temu akbar OMK (Orang Muda Katolik) yang berlangsung hari ini, Minggu (27/10), benar-benar heboh.

Tak hanya umat Katolik se-Paroki St Maria Bunda Pembantu Abadi Witihama, OMK di masing-masing-masing desa, stasi, karang taruna bahkan remaja masjid di beberapa desa di Witihama, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tapi juga sejumlah pelajar ikut dikerahkan membersihkan jalan dan lorong.

Sejumlah pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMP di Witihama, dikerahkan ke jalan-jalan dan lorong-lorong di Desa Watoone, Sabtu sore kemarin (26/10) untuk kerja bakti.

Para siswa SMP maupun para murid SD itu dibagi-bagi ke dalam beberapa bagian desa yang jalannya cukup panjang tapi sudah hampir semuanya dibeton itu, untuk menyapu sampah sekaligus mengangkutnya menuju tempat pembuangan di bawah bimbingan guru mereka masing-masing.

Paling tidak ada dua SMP yang terlibat dalam kerja bakti sore tadi. Diantaranya, SMP Swasta Katolik 1912 Watoone dan SMPN 2 Adonara Timur, Witihama.

Saking semangatnya, anak sekolah ini menyapu juga halaman kantor Desa Watoone. (Foto: Lama Tokan/Lomboktoday.co.id)

Saking semangatnya, anak sekolah ini menyapu juga halaman kantor Desa Watoone. (Foto: Lama Tokan/Lomboktoday.co.id)

Untuk siswa/siswi SMP, mereka diberi tugas  yang agak lebih menantang ketimbang adik-adik mereka baik di SDK Watoone maupun SD Inpres Watoone yang turun bersama hari itu.

Sementara itu, informasi yang diperoleh seputar penyambutan OMK untuk temu akbar, akan dilakukan persis di pintu masuk perbatasan antara Kecamatan Witihama dengan Kecamatan Keluba Golit, persisnya di Desa Redontena/Suku Tokan, tak jauh dari Pasar Laga Loe.

Menurut rencana, OMK yang merupakan utusan dari 62 paroki se-Keuskupan Larantuka itu, akan long march dari sekitar Pasar Laga Loe hingga Gereja Witihama.

Karena jaraknya yang lumayan jauh, ada juga umat yang dengan terus terang menyatakan, mungkin tak akan ikut ‘pawai’ itu. ‘’Ya, kami tunggu di Nama Tukan saja,’’ ucapnya.

Nama Tukan semacam tempat keramaian umum di jantung Desa Oring Bele, Witihama, sekitar masjid Witihama. Dan meski berada di Desa Oring Bele, orang Witihama pada umumnya toh menganggap bahwa Nama Tukan memang tempat keramaian umum bagi seluruh masyarakat Witihama.

Untuk kegiatan keramainan seperti ini, Nama Tukan memang merupakan tempat paling strategis yang juga berhadapan langsung dengan Gereja Witihama yang tak jauh dari tempat itu.(AMA)  

Kirim Komentar

Leave a Reply