Pemda KLU Ngotot Ngutang ke PIP

Bupati KLU, H Djohan Sjamsu ngotot ajukan pinjaman meski mendapat penolakan sejumlah anggota DPRD KLU. (Foto: Danu Putra Winata/Lomboktoday.co.id)
Bupati KLU, H Djohan Sjamsu ngotot ajukan pinjaman meski mendapat penolakan sejumlah anggota DPRD KLU. (Foto: Danu Putra Winata/Lomboktoday.co.id)
Bupati KLU, H Djohan Sjamsu ngotot ajukan pinjaman meski mendapat penolakan sejumlah anggota DPRD KLU. (Foto: Danu Putra Winata/Lomboktoday.co.id)

KLU, Lomboktoday.co.id – Meski mendapat penolakan keras dari kalangan DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), namun Pemerintah Daerah setempat bersikeras akan tetap mengajukan pinjaman melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) pada tahun 2014 mendatang.

‘’Daerah membutuhkan anggaran besar untuk percepatan pembangunan di segala sektor, khususnya pembenahan infrastruktur jalan. Jadi, itu alasan kita untuk mengajukan pinjaman ini,’’ tandas Bupati KLU, H Djohan Sjamsu kepada Lomboktoday.co.id, seusai mengikuti rapat paripurna KUA PPAS dengan DPRD di Gondang, Lombok Utara, Senin (28/10­).

Dikatakan Djohan, pengajuan pinjaman diprioritaskan untuk pembangunan jalan Lingkar Utara yang ditarget harus rampung pada 2015 mendatang. ‘’Banyak daerah yang tergolong mapan, namun tetap mengajukan pinjaman. Jadi, tidak ada salahnya kita lakukan hal itu (pinjaman ke PIP, Red) untuk mendukung laju pembangunan di daerah ini,’’ sambungnya.

Terpisah, Ketua DPRD KLU, Mariadi, S.Ag, juga mempertanyakan rencana Pemda tersebut. Menurutnya, dengan komposisi Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) yang dimiliki saat ini, KLU belum waktunya mengajukan pinjaman ke PIP.

‘’Belum waktunya kita mengajukan pinjaman. Daerah masih punya anggaran cukup jika memang alasannya untuk menyelesaikan pembangunan jalan Lingkar Utara. Saya rasa ini belum terlalu mendesak,’’ cetusnya seraya menegaskan jika pihaknya saat ini belum pada posisi menolak atau menyetujui pengajuan tersebut.

Mariadi juga menyinggung tingginya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) Pemda KLU dalam dua tahun terakhir. Menurutnya pengajuan pinjaman oleh Pemda tidak dibarengi dengan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dimiliki KLU saat ini.

‘’SDM kita masih kurang dan SILPA setiap tahunnya masih tinggi. Artinya, anggaran APBD yang ada saja belum bisa kita maksimalkan, kenapa mau pinjam lagi, terlebih dengan jumlah yang cukup besar mencapai Rp90 miliar,’’ gumamnya.(DNU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *