Berakhir, Temu Akbar OMK se-Keuskupan Larantuka

Warga antusias menyaksikan prosesi penyambutan temu akbar dan perarakan Salib OMK memasuki Nama Tukan, Witihama (Foto Lama Tokan/Lomboktoday.co.id)
Warga antusias menyaksikan prosesi penyambutan temu akbar dan perarakan Salib OMK memasuki Nama Tukan, Witihama (Foto Lama Tokan/Lomboktoday.co.id)
Warga antusias menyaksikan prosesi penyambutan temu akbar dan perarakan Salib OMK memasuki Nama Tukan, Witihama. (Foto Lama Tokan/Lomboktoday.co.id)
Perarakan Salib OMK menuju Paroki St Maria Bunda Pembantu Abadi, Witihama melalui Nama Tukan. (Foto Lama Tokan/Lomboktoday.co.id)
Perarakan Salib OMK menuju Paroki St Maria Bunda Pembantu Abadi, Witihama melalui Nama Tukan. (Foto Lama Tokan/Lomboktoday.co.id)

ADONARA, Lomboktoday.co.id – Usai sudah perhelatan akbar temu OMK (Orang Muda Katolik) se-Keuskupan Larantuka di paroki Santa Maria Bunda Pembantu Abadi Witihama, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Temu akbar OMK itu berlangsung sejak Minggu, 27 Oktober hingga Selasa siang kemarin, 29 Oktober 2013.

Data yang diperoleh menyebutkan dalam temu akbar OMK ini ada 62 Paroki yang ikut. Masing-masing paroki mengutus 30 anggota OMK di tambah satu pastor.

Prosesi penyambutan dalam upacara ini tergolong meriah, namun khidmat yang dihadiri dan diikuti segenap warga Kecamatan Witihama, termasuk yang non Katolik. Bahkan, penyambutan yang paling meriah terjadi di NAMA TUKAN, yang merupakan tempat keramaian umum di samping Masjid Witihama. Nama Tukan masuk dalam Desa Oring Bele, namun sekaligus merupakan perbatasan dari 4 (empat) desa sekaligus yakni Werang Gere, Peledo, Lama Belawa, dan Oring Bele.

Dalam prosesi penyambutan masing-masing OMK paroki mengarak sendiri salibnya, sehingga ada puluhan salib yang di arak dalam prosesi penyambutan itu.

Di tengah kemeriahan itu, ada juga nada sumbang yang terdengar. Paroki Werenfried Lambunga tidak ikut dalam prosesi, karena ada satu dan lain hal, namun demikian anggota OMK paroki Lambunga, tetap mengikuti kegiatan temu akbar OMK dari awal hingga akhir di Witihama.

Nuansa toleransi sangat kental terasa pada gawe akbar OMK ini. Buktinya, sejumlah warga muslim ikut menampung anggota OMK pada temu akbar ini, apalagi sejumlah warga muslim bertempat tinggal di sekitar Aula Ludger Jessing, tempat berlangsungnya temu akbar. Inilah yang sangat memudahkan anggota OMK dalam menjalankan aktivitasnya.(AMA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *