Heboh, Uang Palsu Beredar dalam Gaji Guru

LOTIM,Lomboktoday.co.id – Kalangan Guru di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur dihebohkan dengan ditemukan uang palsu pecahan Rp100 ribu dengan nomor seri yang berbeda. Terutama pada saat para guru menerima gaji bulan November 2013 dari bendaharanya masing-masing.

Kepala SDN 4 Denggen, Muniri memperlihatkan uang palsu yang ditemukan dalam gaji yang diterima guru-guru di SDN 4 Denggen. (Lomboktoday.co.id/Samsul Rijal)

Kepala SDN 4 Denggen, Muniri memperlihatkan uang palsu yang ditemukan dalam gaji yang diterima guru-guru di SDN 4 Denggen. (Lomboktoday.co.id/Samsul Rijal)

Seperti yang dialami oleh para guru yang ada di Kecamatan Selong, mereka umumnya uang palsu di selipan gajinya yang mereka terima dari bendaharanya. Sehingga dari pihak sekolah yang menemukan uang palsu di gajinya langsung dilaporkan ke pihak Unit Pelayanan Teknis Terpadu (UPTD) Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga (Dikpora) Kecamatan Selong.

Sementara gaji untuk guru di Lotim diambil melalui PT Bank NTB, selaku bank yang ditunjuk oleh pemerintah daerah. Dengan melalui masing-masing Unit Pelayanan Tehnis Terpadu (UPTD) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) di masing-masing kecamatan di Lotim. Untuk kemudian diberikan masing-masing bendehara penerima  yang ada di semua sekolah di Lotim.

Informasi yang berhasil dihimpun Lomboktoday.co.id, di pihak UPTD Dikpora Kecamatan Selong tercatat jumlah uang palsu yang ditemukan oleh guru saat menerima gajinya mencapai Rp8,8 Juta lebih, berupa uang pecahan Rp100 ribu.

Diantaranya untuk UPTD Dikpora Selong sebesar Rp 3,6 juta uang palsu, SMA NW Pancor Rp 900 ribu, SDN 4 Denggen Rp 700 ribu, TK IT Nurul Fikri Rp 100 ribu, SDN 3 Denggen Rp 100 ribu, SDN 2 Rakam Rp 100 ribu, SDN 4 Pancor Rp 700 ribu, SDN 1 Kelayu Jorong Rp200 ribu, SLBN Rp 500 ribu,SDN 1 Kalayu Utara Rp 300 ribu, SDN 3 Kembang Sari Rp900 ribu dan SDN 2 Pancor Rp 1,8 Juta.

Kepala SDN 4 Denggen, Muniri mengatakan, dirinya bersama para guru di sekolah merasa kaget dengan adanya ditemukan dalam gaji guru uang palsu yang jumlahnya sungguh signifikan. Apalagi sebelum uang itu sampai ke tangan kami tentunya harus diambil melalui PT Bank NTB, untuk kemudian ke bendahara di UPTD.

“Di sekolah saya saja ditemukan sebesar Rp 700 ribu uang palsu, sehingga tentunya harus minta pertanggungjawaban pihak bank mengenai masalah uang palsu ini,” terang Muniri seraya mengatakan ini merupakan bentuk keteledoran dari pihak bank yang tidak teliti.

Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Selong, Sarjono yang didampingi Bendaharanya, Saipullah saat dikonfirmasi membenarkan kalau di uang gaji yang diterima dari PT Bank NTB itu ditemukan ada uang palsu pecahan sebesar Rp100 ribu dengan nomor serinya berbeda.

“Tentunya ini sangat kami sayangkan sekali,” katanya.

Sementara gaji guru yang dicairkan untuk guru di wilayah UPTD Dikpora kecamatan Selong sebesar Rp1,45 Miliar lebih yang tersebar di 54 sekolah. Kami baru menerima laporan dari 10 sekolah mengenai adanya uang palsu yang ditemukan di gaji guru tersebut, dengan totalnya mencapai Rp9,9 Juta,” ujar Sarjono seraya mengatakan tidak menutup kemungkinan akan bertambah jumlah uang palsu tersebut, karena banyak pihak sekolah yang belum melapor.

Saepullah, Bendahara UPTD Dikpora Selong  mengatakan pihaknya mengetahui adanya palsu tersebut, pada saat bendaharanya ke Bank BRI untuk membayar setoran guru kredit guru. Bendahara UPTD Sakra Barat sempat ribut dengan adanya uang palsu di
gaji tersebut. Termasuk juga di Dikes juga ditemukan uang Palsu, sehingga langsung mengembalikan uang itu semuannya ke bank.

“Untuk uang gaji di UPTD Selong, langsung kami lihat dengan teliti uang gaji tersebut. Sehingga setelah kami cek dengan seksama ditemukan sebesar Rp3,6 Juta uang palsu dalam gaji pegawai UPTD Dikpora. Untuk kemudian langsung kami laporkan ke pihak bank,” katanya.

Sementara Kapolres Lotim melalui Kasat Reskrim, AKP Kiki Firmansyah, S,ik saat dikonfirmasi membenarkan kalau pihaknya sudah menerima laporan mengenai masalah uang palsu yang ditemukan dalam gaji guru di Lotim. Pihaknya masih sedang mendalaminya, dengan melakukan pengembangan penyelidikan.

“Kami akan minta keterangan dari pihak-pihak yang berkopenten mengenai masalah keluarnya uang gaji guru tersebut,” terang Kiki Firmansyah yang baru beberapa minggu menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Lotim. SR

Kirim Komentar

Leave a Reply