Hujan Deras dan Angin Kencang Macetkan Lalin Labuapi-Gerung

HUJAN DERAS: Hujan deras dan angin kencang landa wilayah Lombok Barat. Foto: Hernawardi/Lomboktoday.co.id)

HUJAN DERAS: Hujan deras dan angin kencang landa wilayah Lombok Barat. (Foto: Hernawardi/Lomboktoday.co.id)

LOBAR, Lomboktoday.co.id – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Senin (04/11) lalu, mengakibatkan sejumlah pohon penghijauan utamanya di sepanjang jalan protokol dari Dasan Cermen, Kota Mataram hingga ke jalur Bandara International Lombok (BIL) dan jalur Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, banyak bertumbangan. Tidak terkecuali fasilitas kelistrikan milik PLN berupa kabel saluran listrik banyak yang tertimpa pohon.

Sehingga banyak warga yag mengkhawatirkan kejadian itu, karena akan sangat membahayakan. Disamping itu, juga fasilitas telekomunikasi milik PT Telkom seperti kabel telepon banyak yang mengendor karena tertimpa pohon yang tumbang.

Sebagaimana yang terjadi di Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, Senin (04/11) lalu, tepatnya di depan Makam Keramat Labuapi, tidak hanya fasilitas Telkom dan PLN yang rusak dan roboh, tapi juga balai-balai kecil usaha kerajinan atap berbahan daun ilalang juga roboh diterjang angin.

‘’Kejadiannya sekitar pukul 15.30 Wita, tempat usaha kami roboh ditimpa pohon dan angin kencang. Beruntungnya tak ada korban,’’ kata Inaq Satirah (55 tahun), pengusaha anyaman atap ilalang di lokasi kejadian.

Menurut Inaq Satirah, arus lalu lintas baik dari Dasan Cermen ke Gerung ataupun sebaliknya, sempat mengalami kemacetan selama 15 menit. Pasalnya, pohon penghijauan yang tumbang menghalangi arus transportasi. Kemacetan baru bisa teratasi setelah sejumlah petugas dari Polres Lombok Barat segera turun tangan memotong dan meminggirkan pohon kayu yang tumbang hingga ke badan jalan tersebut, meski kedatangan petugas baru 15 menit setelah kejadian.

‘’Disayangkan para pengendara malah banyak yang nonton terbengong-bengong melihat kejadian ini. Seandainya para pengendara segera menyingkirkan kayu tersebut, maka kemacetan tak perlu lama terjadi,’’ ujar Inaq  Satirah.(HER)

Kirim Komentar

Leave a Reply