Tumbuhkan Cinta Sejarah, Siswa TK Diajak Kunjungi Museum

Para siswa/siswi TK Putra Mataram ketika melakukan kunjungan ke Museum NTB, sebagai upaya cinta sejarah dan museum sejak usia dini.(Sigit SL/Lomboktoday.co.id)

MATARAM,Lomboktoday.co.id – Belajar mencintai dan mengenalkan sejarah daerah sendiri kepada anak sejak usia dini, puluhan siswa/siswi TK Putra Mataram, Kamis (7/11), diajak mengunjungi Museum NTB.

Para siswa/siswi TK Putra Mataram ketika melakukan kunjungan ke Museum NTB, sebagai upaya cinta sejarah dan museum sejak usia dini.(Sigit SL/Lomboktoday.co.id)
Para siswa/siswi TK Putra Mataram ketika melakukan kunjungan
ke Museum NTB, sebagai upaya cinta sejarah dan museum sejak usia dini.(Sigit SL/Lomboktoday.co.id)

Layaknya anak-anak yang rasa ingin tahunya tinggi, ratusan benda tinggalan sejarah koleksi Museum NTB, dengan bentuk-bentuknya yang unik, dan terkadang tidak lazim, tentu sangat menarik perhatian.

Berbagai pertanyaan dan celotehan lucu-pun muncul dari para siswa tersebut, ketika melihat aneka bentuk benda yang aneh.

“Bu Guru-Bu Guru…itu hantu ya, kok serem sekali,” tanya Kinan, salah satu siswi Kelas Tulip ketika melihat boneka-boneka diorama tentang kehidupan khas pedesaan di Lombok pada masa lalu.

Demikian juga binar kekaguman terlihat di mata Kinan, ketika dia melihat aneka keindahan baju pengantin khas suku Sasak, Samawa, dan Mbojo (tiga suku besar di Provinsi NTB). “Bagus sekali baju pangerannya, mau kita dibelikan baju seperti itu,”
ujar Kinan dengan polosnya.

Menurut Bu Guru Voni, Wali Kelas Tulip di TK Putra Mataram, kegiatan ini dilakukan sebagai sarana pembelajaran kepada anak agar mengetahui sejarah daerahnya sendiri sejak usia dini.

“Siapa lagi yang harus mencintai budaya daerah, kalau tidak putra daerah sendiri. Paling tidak, setelah berkunjung ke Museum NTB, nantinya para siswa/siswi memiliki pengetahuan dan kebanggan terhadap sejarah dan budaya daerahnya,” jelas Voni.

Sementara itu, Kepala Museum NTB, Lalu Faozal, menyatakan bahwa kedepan pihaknya juga akan menggelar acara khusus, melibatkan para siswa/siswi jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.

“Bisa saja nanti bentuknya berupa perlombaan, seperti lomba busana adat daerah, lomba cerita legenda daerah, lomba tari, dan lainnya,” jelas Faozal.

“Kegiatan ini, sekaligus menjadi bagian dari program Visit Museum NTB 2014, yang tujuannya selain hendak mengenalkan 7697 koleksi yang kini dimiliki Museum NTB, juga untuk meningkatkan jumlah angka kunjungan ke Museum NTB,” pungkas Faozal. GT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *