PDRB NTB Triwulan III Capai Rp14,77 Triliun

MATARAM,Lomboktoday.co.id – Kondisi perekonomian Provinsi NTB mengalami peningkatan menjelang akhir tahun 2013. Hal ini tercermin dari capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB pada triwulan III tahun 2013 yang diperkirakan mencapai Rp14,77 triliun, atau meningkat 8,02% dibandingkan triwulan II tahun ini yang berkisar Rp13,30 triliun.

“Tingginya PDRB NTB di triwulan III-2013 ini, selain karena meningkatnya kuantitas (jumlah) produksi, juga dipengaruhi perubahan harga (laju inflasi) yang sebesar 4,12%,” kata Kepala Badan Pusat Statistik NTB, Wahyudin.

Jumlah PDRB NTB itu, 44,53% diantaranya berasal dari sektor primer, dimana 28,39% atau Rp4,19 trilyun berasal dari sektor pertanian, dan 16,14% atau Rp2,38 trilyun berasal dari sektor pertambangan dan penggalian.

“Sektor ekonomi lainnya yang memberikan kontribusi cukup besar dalam capaian PDRB NTB yaitu sektor perdagangan, hotel, dan restauran, sebesar 16,65%, serta sektor jasa-jasa sebesar 12,78%,” jelas Wahyudin seraya menyebutkan sektor terkecil yang turut memberikan kontrisbusi adalah listrik, gas, dan air bersih, sebesar 0,51%.

Diakui, kondisi perekonomian NTB memang masih sangat dipengaruhi oleh sektor pertanian dan pertambangan. Namun kalau dilihat dari sisi penyerapan tenaga kerja, sub sektor pertambangan non migas tersebut tidak seluas sub sektor pertanian. Sehingga pengaruh sub sektor pertambangan non migas itu tidak terlalu berimplikasi terhadap perekonomian masyarakat NTB.

Sektor pertanian yang merupakan sektor dominan bagi perekonomian NTB, triwulan III-2013 ini secara q to q (triwulanan) tumbuh sebesar 21,96%.

“Tingginya pertumbuhan q to q ini dipengaruhi oleh masa panen raya tembakau pada triwulan III-2013 yang merupakan komoditas unggulan NTB,” jelas Wahyudin.

Sedangkan sektor pertambangan dan penggalian yang juga masuk sektor dominan dalam pembentukan PDRB NTB, secara q to q tumbuh sebesar 7,43%, setelah triwulan sebelumnya sempat mengalami kontraksi sebesar -8,33%.

Sektor perdagangan, hotel dan restauran, perkembangannya terkait erat dengan kondisi pariwisata dan kegiatan ekspor-impor. Dimana untuk triwulan III-2013 secara q to q tumbuh sebesar 0,77%.

Terakhir, sumber pertumbuhan paling kecil bagi perekonomian NTB disumbang sektor listrik, gas, dan air bersih, yang q to q mencapai sebesar 0,01%.

“Namun yang jelas, perekonomian NTB dari semua sektor mengalami pertumbuhan yang positif, baik q to q (triwulanan), y to y (tahunan), maupun c to c (kumulatif),” pungkas Wahyudin.GT

Kirim Komentar

Leave a Reply