Terkait Pembangunan Gardu Induk, PLN Siap Penuhi Tuntutan Warga

2 minutes reading
Wednesday, 13 Nov 2013 22:54 0 526 Editor

KLU,Lomboktoday.co.id – Reaksi penolakan warga Dusun Batu Ampar, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung terkait pembangunan gardu induk jaringan listrik PLN Cabang Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), langsung disikapi PLN. Pihak PLN siap memenuhi beberapa tuntutan yang disuarakan warga.

“Kami siap memenuhi tuntutan warga. Namun sejauh ini kita belum mendengar secara langsung apa yang menjadi tuntutan mereka. Dan jika tuntutannya lebih dari 1, maka akan kita realisasikan secara bertahap,” papar Devisi Bagian Komunikasi PT. PLN Persero unit 11 wilayah Nusa Tenggara, Suruji, usai menggelar pertemuan dengan perwakilan warga, di Tanjung, Rabu (13/11).

Dalam pertemuan yang difasilitasi Satpol PP itu, Suruji, juga mengklarifikasi tudingan warga yang menyebut pihaknya tidak melakukan proses sosialisasi terkait rencana pembangunan gardu induk jaringan pembangkit listrik berkapasitas 150 VK itu. Menurutnya, semua tahapan sudah dilakukan, mulai dari proses pembebasan lahan, perizinan, hingga sosialisasi.

“Proses sosialisasi sudah kita lakukan kepada warga setempat jauh sebelumnya, dan mereka mendukung rencana tersebut, kalau tidak begitu mana mungkin kami berani memulai pembangunan,” katanya.

Sementara, perwakilan warga, Adam Tarfiin, tetap mengancam akan menyegel kembali lokasi pembangunan jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi pihak PLN.

“Kita hanya ingin mereka (PLN-red) segera memberikan kejelasan terkait sejumlah tuntuan yang disampaikan warga dalam aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu. Jika tidak lokasi pembangunan akan kami segel lagi,” cetusnya.

Selain mengkhawatiran dampak kesehatan yang kemungkinan ditimbulkan oleh radiasai jaringan listrik yang dibangun. Warga juga menolak didirikannya jaringan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) di lokasi pembangunan. Karena dalam proses sosialisasi sebelumnya, pihak PLN tidak memaparkan rencana pembangunan jaringan dimaksud.

Sebelumnya, pihak kepolisian bersama anggota pol pp setempat membuka segel lokasi pembangunan yang dipasang warga paska aksi damai beberapa waktu lalu. Atas aksi tersebut, sontak menyebabkan terhentinya aktifitas pembangunan selama beberapa hari terakhir. DNU

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA