Pariwisata Hijau Menarik Minat Kunjungan Wisatawan

1387
Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi saat membuka seminar. (Lomboktoday.co.id/Sigit SL)

MATARAM,Lomboktoday.co.id – Akhir-akhir ini, kesadaran masyarakat dunia terhadap pelestarian lingkungan semakin tinggi. Buktinya, berbagai sektor yang mencantumkan label “eco green” (lingkungan hijau) selalu diminati, bahkan dihargai lebih mahal.

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi saat membuka seminar. (Lomboktoday.co.id/Sigit SL)
Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi saat membuka seminar. (Lomboktoday.co.id/Sigit SL)

Demikian juga pembangunan pariwisata yang menerapkan prinsip-prinsip eco green, lebih menarik minat kedatangan wisatawan dibandingkan pariwisata konvensional yang pembangunannya mengabaikan lingkungan hidup.

Pernyataan tersebut disampaikan Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof Ir H Sunarphi, Ph.D, Sabtu (16/11), ketika memberikan sambutan pembukaan seminar nasional bertajuk “Pariwisata Hijau dan Pengembangan Ekonomi”, kerjasama antara Fakultas Ekonomi (FE) Unram, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, dan Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) yang berlangsung selama dua hari (16 -17 November 2013) di Aula Magister Managemen FE Unram.

“Pemerintah Provinsi NTB dengan program unggulan pariwisata, yang bahkan telah ditetapkan pemerintah pusat masuk dalam Koridor V MP3EI, yaitu sebagai pintu gerbang pariwisata dan pendukung pangan nasional, tentu harus mendapat dukungan dari seluruh pihak, tidak terkecuali para akademisi,” kata Sunarpi.

Melalui seminar nasional tentang pariwisata hijau ini, yang dihadiri oleh para akademisi seperti profesor dan doktor dari universitas-universitas ternama di Indonesia, pemikiran-pemikiran yang dipaparkan melalui makalah yang disampaikan diharapkan dapat menjadi masukan penting bagi pengembangan sektor kepariwisataan NTB.

“Di sela kegiatan, kami selaku tuan rumah berharap ada workshop khusus para dosen se Indonesia yang hadir, membahas tentang MP3EI Koridor V, sehingga dihasilkan rumusan yang tepat sebagai acuan pengembangan pariwisata di NTB, dan dua provinsi lainnya sesama anggota Koridor V (Bali dan NTT),” harap Sunarpi.

“Kedepan, terkait pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) pariwisata NTB, Unram juga akan membuka jurusan Diploma 4 (D4) Pariwisata,” sambungnya.

Sementara itu, Dekan FE Unram, Prof. DR. H. Thatok Asmony, MBA, menyatakan, pesatnya perkembangan pariwisata di NTB, juga berdampak luas terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.

“Pembangunan sektor pariwisata terbukti banyak menciptakan peluang usaha, penyerapan tenaga kerja, dan tentu saja memberikan konstribusi terhadap PDRB NTB,” jelasnya.

Bahkan kalau melihat kenyataan yang ada, maka fokus kedepan pengembangan ekonomi NTB akan bertumpu terhadap pembangunan pariwisata.

“Eksploitasi alam yang dilakukan, meskipun untuk pengembangan produk pariwisata, kalau dilakukan secara terus menerus tanpa melihat keseimbangan alam, tentu akan berdampak terhadap kerusakan lingkungan. Untuk itu kami berharap kepada ilmuwan-ilmuwan agar mengkaji dan melakukan riset tentang pariwisata, tanpa mengorbankan lingkungan, alias pariwisata hijau,” harap Thatok.

Harapan senada juga disampaikan Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi, MA, ketika menjadi keynote speaker, bahwa NTB dalam pengembangan sektor pariwisata hijau, masih harus belajar banyak dari para ahlinya.

“Dalam hal ini, kami tentu sangat membutuhkan pemikiran, pendapat, dan saran, serta keterlibatan para akademisi, termasuk ilmuwan-ilmuwan yang berkompeten di bidangnya,” pinta Majdi seraya berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung sekali saja, tetapi kedepan ada tindak lanjut, atau pertemuan secara reguler untuk mendapatkan rumusan-rumusan yang up to date (terkini) tentang pariwisata.

Sedangkan Ketua Panitia, Imanuella R Andilolo, M.Sc, dalam laporan menyampaikan, seminar nasional ini diharapkan bisa menjadi stepping stone untuk digelarnya seminar internasional, yang direncanakan berlangsung pada akhir tahun 2014.

“Seminar nasional tentang pariwisata ini menghadirkan 51 pemakalah yang berasal dari universitas-universitas ternama di Indonesia, mulai dari Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Jakarta, Semarang, Jember, Malang, Banyuwangi, Udayana, Gorontalo, dan Mataram sebagai tuan rumah,” pungkas Imanuella.GT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here