Bawa 10 Kg Ganja, Sopir Angkot Dibekuk Polisi

2 minutes reading
Monday, 25 Nov 2013 11:12 0 691 Editor

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Seorang sopir angkutan umum perkotaan (Angkot) berinisial SHD (31), warga Desa Bagek Nyaka, Lombok Timur, ditangkap polisi dari Direktorat Narkoba Polda NTB, karena kedapatan menyimpan dan membawa lebih dari 10 Kg narkotika jenis ganja. Polisi masih mengembangkan kasus ini dan menduga SHD merupakan bagian dari jaringan pengedar narkoba antar Provinsi, yang sudah cukup lama beroperasi di wilayah NTB.

SHD (menggunakan shebo), tersangka pemilik 10 Kg ganja. (Lomboktoday.co.id/P Nugraha)

SHD (menggunakan shebo), tersangka pemilik 10 Kg ganja. (Lomboktoday.co.id/P Nugraha)

“Tersangka SHD ditangkap di sebuah penginapan di Lombok Timur, saat sedang menunggu pemesan ganja. Barang buktinya berupa 10,325 Kg ganja. Sebelum transaksi dilakukan, anggota Ditnarkoba Polda NTB lebih dulu berhasil mengamankannya,” kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP M Suryo Saputro, kepada wartawan, Senin (25/11) di Mapolda NTB.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP M Suryo Saputro, saat menunjukan barang bukti ganja yang disita.(Lomboktoday.co.id/P Nugraha)

Kabid Humas Polda NTB, AKBP M Suryo Saputro, saat menunjukan barang bukti ganja yang disita.(Lomboktoday.co.id/P Nugraha)

Menurut Suryo, polisi sudah lama mengintai aktivitas SHD yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot di Lombok Timur, sejak mendapatkan informasi dari masyarakat terkait aktivitas SHD yang mencurigakan. Saat dibekuk di sebuah penginapan di Lombok Timur, SHD menggunakan sebuah mobil sewaan membawa 10 bungkusan ganja berbentuk kotak dan dilakban, yang berat masing-masing bervariasi antara 980 gram hingga 1,05 Kg, dengan total berat 10,325 Kg.

“Tersangka mengaku mendapat barang itu dari seseorang yang kini masih kami buru. Tersangka disuruh mengantarnya ke pembeli yang akan bertemu di penginapan tersebut, dan diiming-imingi mendapatkan komisi untuk jasanya itu. Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringannya, karena ini diduga melibatkan jaringan antar Provinsi,” kata Suryo.

Saat ini SHD ditahan di Polda NTB, dan akan dijerat dengan pasal 111, 114 dan 127 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, yang ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara. GRA

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA