Puluhan PKL Eks Pelabuhan Ampenan Dilatih Pengolahan Pangan

3 minutes reading
Tuesday, 26 Nov 2013 16:29 0 731 Editor
Wakil Walikota Mataram, H Mohan Roliskana mengalungkan kartu peserta pelatihan pengolahan pangan kepada PKL eks Pelabuhan Ampenan selaku peserta pelatihan.

Wakil Walikota Mataram, H Mohan Roliskana mengalungkan kartu peserta pelatihan pengolahan pangan kepada PKL eks Pelabuhan Ampenan selaku peserta pelatihan.

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Sebanyak 50 orang pedagang kaki lima (PKL) yang setiap harinya berjualan di eks Pelabuhan Ampenan mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Mataram. Guna meningkatkan kesejahteraan mereka, Pemkot Mataram melalui Diskoperindag Kota Mataram melatih 50 orang PKL yang termasuk dalam pelaku industry kecil menengah (IKM) di eks Pelabuhan Ampenan untuk pengolahan pangan.

Para PKL yang setiap hari baik itu siang dan malam menjajakan barang dagangannya kepada pengunjung pantai Ampenan yang dulunya merupakan pelabuhan ternama di Provinsi Nusa Tenggara Barat diberikan pelatihan pengolahan pangan dari tanggal 26-29 November 2013 yang bertempat di Kantor Camat Ampenan.

Wakil Walikota Mataram, H Mohan Roliskana mengatakan, penataan besar-besaran di eks Pelabuhan Ampenan dilakukan agar pengunjung merasa lebih nyaman dan pedagang juga dapat memanfaatkan fasilitas untuk meningkatkan perekonomian mereka. Melalui pelatihan ini diharapkan pedagang memiliki motivasi untuk lebih kreatif memilih produk yang dijual.

‘’Pemerintah sudah membuat eks Pelabuhan Ampenan lebih indah sehingga bisa memancing pengunjung datang dan pedagang juga nyaman berjualan,’’ kata Mohan Roliskana dihadapan para pedagang kaki lima (PKL) peserta pelatihan IKM, Selasa (26/11).

Kedatangan pengunjung, pastinya akan menguntungkan pedagang. Hanya saja, pedagang diingatkan agar lebih inovatif memilih jenis dagangan. Jangan dagangannya sama, kopi semua. Pedagang bisa berjualan makanan tradisional seperti lupis atau serabi. Karena jarang ada sentra penjualan makanan tradisional seperti itu.

Menurut Mohan, ke depannya, eks Pelabuhan Ampenan akan semakin ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan sejumlah travel biro telah meminta agar dibuatkan agenda khusus berkunjung ke eks Pelabuhan Ampenan. ‘’Jika panggungnya telah jadi, akan ada kalender rutin kegiatan pariwisata di Ampenan,’’ katanya.

Selain panggung pertunjukan, pemerintah juga merencanakan membangun anjungan. Jika anjungan telah terbangun, bisa dipastikan kapal-kapal pesiar yang selama ini bersandar di Pelabuhan Bangsal akan beralih merapat ke eks Pelabuhan Ampenan. Kondisi ini jelas menguntungkan para pedagang. Karenanya, pedagang kembali diingatkan agar bisa menyediakan kebutuhan kuliner yang sehat dan variatif, maupun membuka usaha yang menyajikan produk unggulan daerah.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram, Wartan menjelaskan, pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan para PKL di eks Pelabuhan Ampenan. Utamanya dalam pembuatan produk pangan yang bermutu.

Pelatihan juga ditujukan untuk membuka wawasan para PKL agar dapat memanfaatkan potensi daerah dengan menciptakan produk pangan unggulan yang bermutu. Pelatihan juga bermanfaat untuk membangun basis industri di Kota Mataram yang lebih tangguh untuk mendukung Mataram Maju Religius dan Berbudaya.(MN)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA