Pejabat KSB Tersangka Kasus SPPD Fiktif, Segera Diperiksa

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Polda NTB sudah menetapkan sedikitnya 16 tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Namun berkas yang diserahkan ke Kejaksaan Tinggi NTB untuk tahap pertama masih dinyatakan belum lengkap.

ilutrasi/lomboktoday.co.id

ilutrasi/lomboktoday.co.id

Untuk menggenjot proses pemberkasan, pihak penyidik Unit II Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB telah mengagendakan untuk segera memeriksa sejumlah pejabat Pemda KSB yang sudah ditetapkan menjadi tersangka bersama beberapa saksi tambahan.

“Sesuai petunjuk Kejaksaan, kami akan periksa saksi tambahan dan tersangka. Tapi, kami masih jadwalkan,” kata Kanit II Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB, Kompol Ferdyan Indra, Jumat (29/11).

Penyidik Polda juga tengah berkoordinasi dengan pihak BPKP untuk menaksir jumlah kerugian negara yang ditimbulkan akibat dugaan korupsi berjamaah ini.

Meski mengaku sudah menerima hasil perhitungan BPKP terkait kerugian negara, Ferdyan masih enggan menyebutkan angka pasti kerugian negara tersebut.

“Hasil audit kerugian Negara  sudah kami terima. Tapi, nanti sekaligus saja,” terang dia.

Ia menegaskan, jika semua tahapan itu sudah dilakukan, maka dalam waktu dekat pihaknya akan segera melimpahkan kembali berkas perkara ke Kejaksaan.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, para tersangka yang tak lain merupakan sejumlah pejabat penting di Pemda KSB, diduga memanipulasi perjalanan dinas mereka.

Kunjungan ke luar daerah termasuk ke Jakarta yang mereka klaim telah dilakukan, faktanya diduga fiktif belaka. Padahal keberangkatan mereka ditunjang dengan dana dinas dari APBD KSB. (CSO)

Kirim Komentar

Leave a Reply