Ratusan Warga Demo Tuntut Penutupan Tambak Udang

Aksi warga menuntut penutupan tambak udang di Kwang Wae, Lombok Timur. (Lomboktoday.co.id/Rijal)

LOTIM,Lomboktoday.co.id –  Ratusan warga Dusun Kwang Wae, Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, Kamis (5/12) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor perusahaan tambak udang PT Windu Rama Lestari.

Warga menuntut agar Pemda Lombok Timur segera menutup kegiatan operasional tambak udang tersebut, lantaran selama belasan tahun beroperasi tidak pernah memberikan kontribusi kepada warga sekitar. Padahal, aktivitas tambak udang itu dinilai merugikan lingkungan di sana.

Aksi warga menuntut penutupan tambak udang di Kwang Wae, Lombok Timur. (Lomboktoday.co.id/Rijal)
Aksi warga menuntut penutupan tambak udang di Kwang Wae, Lombok Timur. (Lomboktoday.co.id/Rijal)

Aksi warga juga dipicu oleh masalah belum jelasnya izin perusahaan itu, termasuk izin dari sisi pengelolaan lingkungan (Amdal).

Pantauan Lomboktoday.co.id di lapangan, dalam aksinya itu warga menggunakan masker penutup hidung sebagai bentuk protes atas aroma tak sedap dari dalam lokasi tambak udang tersebut yang dinilai menjadikan polusi udara di sana.

“Kami tetap minta Pemda untuk segera menutup kegiatan perusahan tambak udang PT Windu Rama Lestari ini,” tegas Kadus

Kwang Wae, Lalu Muhiddin dalam orasinya.  Ia mengajak masyarakat Kwang Wae untuk tidak gentar menyuarakan aspirasinya demi kebenaran dan kemaslahatan masyarakat Kwang Wae.

Warga menilai Pemda Lotim tidak memiliki ketegaskan dalam menyikapi masalah yang dihadapi warga Kwang wae dengan perusahaan tambak udang tersebut. Sudah berkali-kali warga meminta Pemda menutup tambak udang itu, namun tidak juga dilakukan.

“Padahal sudah jelas-jelas perusahaan itu tidak mengantongi Amdal, UKL dan UPL, karena dalam peraturan yang ada setiap perusahaan yang akan melakukan investasi harus mengurus Amdalnya,” kata Lalu Abdullah, orator lainnya.

Menurutnya, masyarakat Kwang Wae tidak bisa berdiam lagi terhadap persoalan yang terjadi. Apalagi dampak yang diberikan dengan adanya perusahaan tambak udang tersebut bagi masyarakat, dengan aroma yang menyengat ke hidung.

“Anak-anak sekolah juga tidak bisa konsentrasi belajar di sekolah karena bau tak sedap itu,” katanya.

Abdullah menegaskan, warga memberikan deadline kepada Pemda Lotim dan perusahaan agar menutup tambak udang itu sampai tanggal 31 Desember 2013. Jika tidak maka masyarakat yang akan menutupnya.

Aksi warga berjalan tertib dan lancar di jaga sejumlah personil Polres Lotim. Aksi ditutup dengan doa bersama dan tabur bunga di lokasi pembuangan limbah perusahaan tambak udang yang berada di pinggir pantai. (SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *