Barito Kuala Pelajari Pengembangan Sapi di Lombok Tengah

Bupati Loteng HM Suhaili FT bersama Bupati Barito Kuala, H Hasanuddin Murad saat bertukar cinderamata. (Lomboktoday.co.id/Akhyar Rosidi)

LOTENG,Lomboktoday.co.id – Keberhasilan konsep pengembangan peternakan Sapi sebagai penguat ketahanan pangan di Lombok Tengah, rupanya menjadi motivasi dan inisiatif bagi daerah lain untuk mempelajarinya, termasuk Pemda Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan.

Tak tanggung-tanggung, Bupati Barito Kuala, H Hasanuddin Murad langsung memimpin kunjungan kerja bersama sejumlah Kepala SKPD Barito Kuala, Kamis (12/12), ke Kabupaten Loteng.

“Maksud dan tujuan kami datang ini untuk belajar dan melihat dari dekat bagaimana pengembangan peternakan khususnya peternakan Sapi di Lombok Tengah. Bagaimana pola pengembangan Sapi Pedet atau bibit Sapi di Loteng ini, kami ingin belajar sehingga nanti kami bisa menerapkannya di daerah kami,” kata Bupati Barito Kuala, H Hasanuddin Murad, saat dijamu Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT dan jajaran di Pendopo Bupati.

Bupati Loteng HM Suhaili FT bersama Bupati Barito Kuala, H Hasanuddin Murad saat bertukar cinderamata. (Lomboktoday.co.id/Akhyar Rosidi)
Bupati Loteng HM Suhaili FT bersama Bupati Barito Kuala, H Hasanuddin Murad saat bertukar cinderamata. (Lomboktoday.co.id/Akhyar Rosidi)

Hasanuddin memaparkan, sesuai hasil penelitian yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB), potensi lahan peternakan Sapi di Barito Kuala memiliki daya tampung maksimal hingga 170 ribu ekor lebih. Sementara saat ini kondisi riil di daerah itu, populasi populasi ternak Sapi saat ini baru mencapai 7 ribu ekor, masih sangat jauh dan berpeluang untuk dikembangkan.

“Potensi yang ada juga bisa didorong untuk pemberdayaan masyarakat kami ke depan. Sehingga dengan belajar dari Lombok Tengah ini, kami ingin menerapkannya dan memaksimalkan potensi yang ada di daerah kami,” katanya.

Menurut Hasanuddin, lebih dari 362 ribu jiwa penduduk di Barito Kuala berasal dari berbagai macam etnis dan suku, karena cukup banyak penduduk yang berasal dari program transmigrasi, para transmigran yang datang dari berbegai daerah.

Selain mendorong sektor pertanian dan perkebunan, Barito Kuala juga tengah mengembangkan sektor peternakan dengan beberapa program seperti pembibitan dan pengemukan Sapi bali, ternak Kerbau Rawa, dan aneka ternak unggas lainnya.

Dari 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten itu, Pemda setempat menetapkan dua Kecamatan menjadi pusat pembibitan dan penggemukan Sapi Bali tersebut.

Lombok Tengah dipilih sebagai lokasi kunjungan kerja dan studi banding, karena secara karakteristik daerah memiliki kemiripan dengan Barito Kuala. Selain itu dari sisi historis pengembangan peternakan dua daerah ini juga bisa dibilang berhubungan erat. Sebab, pempibitan Sapi di Barito Kuala sampai saat ini masih disuplai dari daerah Provinsi NTB, termasuk Lombok Tengah ini.

“Untuk mendukung peningkatan populasi ternak Sapi, kami mendatangkan Sapi dari luar daerah dan salah satunya dari NTB. Setiap tahun dari NTB kami datangkan 200 ekor sampai 300 ekor  Sapi Pedet,” katanya.

Sementara itu dalam pemaparannya,  Bupati Loteng, HM Suhaili FT menjelaskan gambaran umum pembangunan di Kabupaten Loteng yang memiliki motto Tatas Tuhu Trasna ini.

“Fokus program kami saat hingga tiga tahun ini yakni kami singkat dengan sebutan 2R, Rurung Reban atau jalan dan irigasi,” katanya.

Program itu terbukti mampu memperbaiki kondisi infrastruktur jalan di Loteng yang secara keseluruhan sudah 65 persen jalan hotmix. Upaya itu juga membuat daerah Loteng saat ini sudah tidak memiliki kawasan terisolir lagi, dengan pembangunan jalan Kabupaten sepanjang 360 Km.

Program 2R itu, menurut Suhaili, tidak lain untuk menunjang sektor pertanian dan peternakan di Lombok Tengah yang sampai saat ini masih menjadi sektor andalan di daerah itu, selain sektor pariwisata.

Terkait peternakan, Bupati Suhaili memaparkan, bahwa pola peternakan khususnya peternakan Sapi di Lombok Tengah dan pulau Lombok secara umum adalah dengan menggunakan pola kandang kumpul atau kandang kolektif yang melibatkan masyarakat kelompok tani.

Dengan pola kandang kolektif ini, perawatan ternak Sapi akan lebih intens, selain itu juga memudahkan masyarakat peternak dalam pengelolaannya yang tidak membutuhkan ladang gembala yang luas.

“Saat ini jumlah kandang kolektif di Lombok Tengah ini sudah mencapai 617 kandang, dengan  jumlah populasi ternak Sapi mencapai 149.548 ekor dan kerbau mencapai 11 ribu ekor,” katanya.

Bupati Suhaili menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Barito Kuala yang sudah berkesempatan berkunjung ke Lombok Tengah. Kunjungan itu, menurutnya bisa menjadi motivasi juga bagi Lombok Tengah untuk lebih maju lagi. (ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *