SMKN 3 Mataram Segera Menyandang Label LSP

UMAR,S.Sos MM

MATARAM,Lomboktoday.co.id – SMK Negeri 3 Mataram tengah bersiap untuk menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Persyaratan-persyaratan pun sudah diselesaikan tinggal menunggu informasi kapan diresmikan saja.

Program ini digagas Direktorat Pembina SMK (PSMK), Dirjen Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2013 ini, guna meningkatkan mutu layanan SMK yang tidak hanya sebagai institiusi pendidikan formal melainkan juga sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)

UMAR,S.Sos MM
UMAR,S.Sos MM

Kepada Lomboktoday.co.id, Kamis (12/12) Kepala SMKN 3 Mataram Umar, S.Sos, MM mengatakan, saat ini pihaknya dalam tahap persiapan dan menunggu informasi terakhir dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Secara kesiapan, sekolah kami sudah siap menyadang label itu (LSP), sebab kami sudah mempunyai semua yang dibutuhkan. Dengan label LSP makan sekolah ini nantinya akan menjadi tempat pelaksanaan uji kompetensi bagi siswa-siswa yang ingin memiliki legalitas keahlian yang mereka punya. Untuk menunjang semua itu kami sudah mempersiapkan semua kebutuhan mulai dari gurunya sampai sarana-prasarananya,” jelas Umar.

Dijelaskan, jika sudah menjadi LSP maka yang disertifikasi bukan saja siswa di SMKN 3 Mataram saja, tetapi semua siswa dari sekolah manapun atas permintaan sendiri atau sekolahnya.

“Kami akan sertifikasi dan tentu melalui  uji komptensi dan hal-hal lain yang menjadi penilain yang sudah ditentukan,” katanya.

Agar sistem uji kompetensi berjalan tarnsparan, papar dia, bagi guru SMKN 3 Mataram yang menjadi assesor atau tim penilai tidak boleh mensertifikasi siswa yang diajarnya, tapi yang boleh disertifikasi adalah siswa yang diluar bimbingannya.

“Misalkan guru yang  menjadi assesor ini mengajar di jurusan elektro kelas A, dia tidak boleh menilai kelas A tapi yang boleh di-assesor kelas B yang dibimbing guru lain. Kita menggunakan sistem silang,” tukasnya.

Dijelaskan, untuk menyandang label LSP, pihak SMKN 3 Mataram sudah menyediakan kelengkapan sarana yang memang telah dimiliki. Semua fasilitas ini juga dimanfaatkan siswa dalam belajar dan untuk  mencapai kompetensi. Sedangkan tenaga penguji adalah dari semua guru di sekolah ini yang dipantau nantinya oleh BNSP.

“Untuk sementara ini, SMKN 3 Mataram menjadi satu-satunya sekolah yang menjadi LSP di NTB. SMKN 3 ini berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” tegasnya.

Lebih lanjut Umar menyebut, program kompetensi ini untuk sementara diprioritaskan bagi siswa-siswa SMKN 3 Mataram sendiri. Dengan mengantongi sertifikat LSP bagi siswa, akan menjadi bekal bagi mereka memasuki dunia kerja nantinya. Terutama mengahadapi era moderen seperti ini.

“Tentu nantinya karena adanya legalitas kompetensi yang dikantongi siswa yang diakui BNSP ini akan mengantarkan mereka ke dunia kerja. Dengan adanya legalitas setelah lulus nanti mereka tidak susah mencari kerja, malah bisa jadi mereka akan ditawari untuk bekerja,” tuturnya.

Saat ini, semua siswa diharuskan mendapatkan sertifikat dari beberapa bidang kompetensi. Sehingga lulusan dari sekolah ini merupakan tenaga yang kompeten dan siap berkecimpung di dunia kerja. Perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga handal akan berebut untuk merekrut lulusannya. Bahkan memberikan fasilitas di saat mereka masih dalam masa magang.

“Ke depan kita akan tingkatkan sinergi dengan sekolah-sekolah lain agar tidak kami saja yang menjadi sekolah yang berlabel LSP tapi kami berharap sekolah-sekolah lain juga bisa mendapatkanya seperti kami, agar kemajuan bersama dapat kita capai,” tutupnya.(CSO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *