Atap Puskesmas Ambruk,Tiga Pekerja Terluka

Beginilah kondisi atap bangunan baru Puskesmas Pemenang yang ambruk.(Lomboktoday.co.id/Danu Winata)

KLU,Lomboktoday.co.id – Sedikitnya tiga orang pekerja bangunan mengalami luka-luka tertimpa atap rangka baja Puskesmas Pemenang yang ambruk, Rabu (25/12), di Lombok Utara.

Beginilah kondisi atap bangunan baru Puskesmas Pemenang yang ambruk.(Lomboktoday.co.id/Danu Winata)
Beginilah kondisi atap bangunan baru Puskesmas Pemenang yang ambruk.(Lomboktoday.co.id/Danu Winata)

Diduga kuat ambruknya rangka baja bangunan proyek APBD KLU 2013 itu, lantaran spesifikasi bahan yang digunakan dinilai terlalu tipis sehingga tidak mampu menahan beban berat atap atau genteng, mengingat berat untuk satu buah genteng mencapai 3,5 kg.

Saat kejadian naas itu sekitar pukul 14.00 Wita, tiga korban tengah bekerja menyelesaikan proyek bangunan baru Puskesmas Pemenang, bersama sejumlah tukang dan buruh bangunan lainnya.

Akibat tertimpa atap yang ambruk tersebut, dua korban mengalami patah tulang di bagian tangan dan punggung, dan satu korban lainnya, pingsan setelah terpental saat berusaha menyelamatkan diri dari reruntuhan atap.

Salah seorang korban, Abdullah (40), warga Pemenang,  mengaku sempat mendengar adanya suara seperti gemuruh dari bagian atas gedung sebelum rangka atap baja menimpa dirinya yang saat itu sedang bekerja tepat di bawah rangka atap bangunan.

“Tiba-tiba ada suara gemuruh, begitu saya melihat keatas atapnya sudah ambruk, tapi beruntung saya sempat menghindar walaupun badan saya terpental dan pingsan,” beber Abdullah, yang masih terlihat lemas saat diwawancarai Lomboktoday.co.id di ruang UGD gedung lama Puskesmas Pemenang.

Kepala Tukang Pembangunan Gedung Baru Puskesmas Pemenang, Sanok menjelaskan, spesifikasi rangka baja yang digunakan dalam proyek tersebut sudah memenuhi standart kualitas yang telah ditetapkan pihak konsultan, yakni rangka baja tipe C 75.

“Rangka baja yang digunakan tipe C 75. Itu sudah merupakan speck standar yang dikasi konsultan, jadi kami hanya bekerja,” katanya seraya menunjukan patahan rangka baja yang berserakan di lantai bangunan.

Saat kejadian berlangsung, tidak ada satupun pihak CV. Berkat Alkes Mandiri, berada di lokasi. Bahkan plank atau papan proyek yang seharusnya dipasang di lokasi proyek juga tidak dipasang pihak perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, satu korban kini masih dirawat di Puskesmas setempat, sementara dua korban lainnya langsung di bawa ke dukun spesialis patah tulang yang ada di daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU).(DNU)

Response (1)

  1. Klo dibilang c75 itu relatif nah c75 tebal berapa dipakai.apa perusahaan baja ringan yg masang sudah punya sni,iso ,hitungan kontruksi,G bajanya berapa,terus desainya dihitung pake apa,itu yg perlu dipertanyaka.karena saya sdh sudah lama di baja ringan selalu mengedepankan system kontruksi bukan mencari keuntungan semata.inilah akibat klo tdk selektif memilih aplikator yang masang baja ringan.asal baja ringan,okelah dipasang apalagi harganya miring.
    ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *