Tanpa Pembekalan, Pemilih Pemula Rentan Eksploitasi

3 minutes reading
Thursday, 26 Dec 2013 20:16 0 584 Editor

MATARAM,Lomboktoday.co.id – Sosialisasi tentang Pemilu dan hak-hak politik warga negara perlu terus disosialisasikan pada masyarakat, terutama para generasi muda yang tergolong pemilih pemula. Sebab, tanpa bekal pengetahuan politik yang cukup, para pemilih pemula dinilai rentan dieksploitasi hak-hak politiknya dala Pemilu 2014 mendatang.

“Penyelenggara Pemilu di NTB harus menggencarkan sosialisasi terutama untuk pemilih pemula. Sebab pemilih pemula ini rawan menjadi sasaran eksploitasi Parpol dan Caleg yang sangat membutuhkan suara dalam Pemilu 2014 nanti,” kata akdemisi Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Mataram, M. Ali Ikhsan, M.Si, kepada Lomboktoday.co.id, Kamis (26/12) di Mataram.

Menurutnya, sosialisasi untuk pemilih pemula tidak bisa diabaikan oleh KPU NTB dan jajaran KPU di Kabupaten/Kota, apalagi jumlah pemilih pemula cukup besar prosentasenya dalam Daftar Pemilh Tetap (DPT).

Ia menilai minimnya sosialisasi di kalangan pelajar SMA/sederajat dan masyarakat pemilih pemula akan menuai ketidakberhasilan dalam membangun sistem demokrasi dan pencerdasan berpolitik sejak dini. Pasalnya, pemilih pemula adalah tonggak awal berdemokrasi yang juga harus dikedepankan oleh penyelenggara pemilu.

“Tidak bisa dipungkiri pemilih pemula ini masih diabaikan dari proses-proses demokrasi kita. Padahal melihat jumlahnya yang signifikan, mereka adalah obyek yang sangat baik bagi pencerdasan berpolitik dan menjadi target yang paling diincar oleh kalangan parpol maupun caleg,” katanya.

Tanpa sosialisasi yang dilakukan KPU kepada pemilih pemula di NTB, dikhawatirkan para pemilih pemula ini menjadi sasaran eksploitasi politik yang kemungkinan besar akan dilakukan oleh parpol peserta Pemilu dan para caleg, apalagi dengan ketidakpahaman mereka akan politik praktis yang dilakukan para pelaku politik.

“Boleh saja peserta Pemilu ini mendekati pemilih pemula sebagai target suara mereka. Namun yang harus diingat, penyelenggara pemilu juga harus membekali mereka (pemilih pemula) ini dengan pengetahuan politik dan pemilu,” bebernya.

Terkait potensi pemilih pemula sebagai penyumbang suara di pemilu kali ini, Ikhsan mengungkapkan, pentingnya para pelaku politik untuk mendekati pemilih pemula. Dengan asumsi, jumlahnya yang cukup banyak dan sebagai pemilih pemula tentunya antusiasme mereka untuk memilih lebih tinggi dari pemilih kebanyakan dengan alasan pemilu kali ini adalah momen perdana bagi mereka.

“Berapapun suara yang disumbangkan pemilih pemula di NTB ini pasti akan sangat tinggi angkanya. Dan akan sangat menentukan kemenangan parpol dan caleg yang bertarung di pemilu,” urainya.

Ditegaskan juga, jika parpol atau caleg ingin merebut simpatik pemilih pemula jangan juga melupakan menanamkan pendidikan politik yang baik terhadap konstituennya.

Ia menyarankan, pemilih pemula ini jangan hanya dijadikan target perolehan suara oleh kalangan politik, namun harus juga diberikan pendidikan politik dan cara berdemokrasi dengan baik. Sebab kalau ini tidak dilakukan tidak menutup kemungkinan pemilih-pemilih baru ini hanya akan menjadi sapi perah politik di kemudian hari.

“Intinya, jangan sampai pemilih pemula ini hanya dieksploitasi hak pilihnya,”singkat dia.(CSO)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA