Persingkat Waktu Tinggal Jamaah Haji Terkendala Transportasi

2 minutes reading
Thursday, 2 Jan 2014 20:08 0 438 Editor

JAKARTA, Lomboktoday.co.id – Menteri Agama Suryadharma Ali mengakui, upaya mempersingkat waktu tinggal jamaah haji di Arab Saudi, hingga saat ini masih terkendala transportasi. Artinya, lamanya penyelenggaraan ibadah haji, itu sangat dipengaruhi oleh rentang waktu pemberangkatan dan pemulangan.

Jadi, untuk mempersingkat waktu tersebut, perlu didukung oleh pesawat berbadan lebar, yang bisa mengangkut jamaah lebih banyak dalam setiap penerbangan.

‘’Sementara ini tidak semua bandara di Tanah Air punya fasilitas untuk didarati pesawat besar, dan kendala ini belum bisa diatasi. Jadi, ke depan harus ada trobosan agar pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun mengalami perbaikan,’’ kata Menag Suryadharma Ali ketika menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2014 di  Gedung Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Jakarta, Kamis (02/1).

Suryadharma Ali mengatakan, selama ini masa tinggal jamaah haji reguler di Arab Saudi maksimal 42 hari. Sebetulnya waktu tinggal tersebut masih dapat diperpendek jika pemberangkatan dan pemulangan jamaah menggunakan pesawat berbadan lebar, seperti  Airbus 380 (A380). Sayangnya bandara di Tanah Air tidak memiliki landasan cukup untuk didarati jenis pesawat tersebut.

‘’Saya mendorong Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan, agar kemampuan bandara bisa ditingkatkan. Sehingga bisa didarati pesawat berbadan lebar untuk melayani jamaah haji,’’ ungkapnya.

Mengingat tuntutan masyarakat untuk perbaikan penyelenggaraan ibadah haji semakin tinggi, karenanya Menag meminta agar pengelolaan anggaran haji harus dilakukan dengan hati-hati. Sekali kebijakan dibuat dan tidak sejalan dengan penyelenggaraan haji, maka hal itu dipastikan akan menuai kritik dari publik. Kritik publik pun tidak boleh diabaikan, melainkan harus dijadikan sebagai bahan masukan untuk perbaikan.

‘’Jangan membuat kebijakan yang salah,’’ tegas Menag mengingatkan.

Terkait anggaran, Menag menjelaskan, prediksi untuk berbagai kebutuhan  penyelenggaraan haji tidak boleh meleset. Sebab, bisa menjadi ‘hantaman dahsyat’. Kementerian Agama bisa diserang dari berbagai pihak.

Terlebih untuk penyelenggaraan haji 2014 sudah ditandai dengan melemahnya nilai rupiah. Semua itu akan berpengaruh pada harga tiket jamaah haji. Karena harga bahan bakar pesawat naik, maka dipastikan harga tiket pesawat juga akan naik. Belum lagi kalau terjadi kenaikan harga pemondokan di Makkah dan Madinah. Perhitungan itulah yang oleh Menag diminta untuk bisa segera dilakukan dengan tepat dan cepat.(ami/ar/nag/ltd)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA