Selama 2013, Jasa Raharja Bayarkan Santunan Rp21,466 M

MATARAM, Lomboktoday.co.id – PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Nusa Tenggara Barat (NTB) telah membayarkan klaim santunan selama Tahun 2013 sebesar Rp21.466.126.377 (Rp21,466 miliar lebih). Santunan tersebut diberikan kepada korban maupun ahli waris korban kecelakaan angkutan umum dan lalu lintas jalan.

Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang NTB, H Zainal Arifin (kanan) didampingi Kepala Unit Teknik dan Pelayanan Klaim PT Jasa Raharja Cabang NTB, M Erwin Setianegara (kiri) saat konferensi pers di kantornya, Kamis sore (02/1). (foto: Abdul Rasyid Zaenal/Lomboktoday.co.id)

Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang NTB, H Zainal Arifin (kanan) didampingi Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja Cabang NTB, M Erwin Setianegara (kiri) saat konferensi pers di kantornya, Kamis sore (02/1). (foto: Abdul Rasyid Zaenal/Lomboktoday.co.id)

Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang NTB, H Zainal Arifin mengatakan, jumlah klaim santunan itu mengalami kenaikan sekitar 16 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dimana, pada 2012 lalu, Jasa Raharja Cabang NTB telah membayarkan klaim santunan sebesar Rp18.564.375.138.

Dari Rp21.466.126.377 jumlah pembayaran klaim santunan sepanjang tahun 2013 itu, setidaknya yang paling besar adalah klaim santunan untuk korban kecelakaan lalu lintas jalan, yakni sebesar Rp21.257.632.417. Sisanya sebesar Rp199.493.960 adalah klaim santunan untuk korban kecelakaan angkutan umum.

‘’Klaim santunan untuk korban kecelakaan lalu lintas jalan sebesar Rp21.257.632.417 meliputi, klaim santunan meninggal dunia sebesar Rp15.798.500.000, luka-luka (luka ringan dan luka berat) sebesar Rp4.534.857.417, cacat tetap sebesar Rp919.275.000, dan biaya penguburan sebesar Rp14 juta. Sedangkan klaim santunan untuk korban kecelakaan angkutan umum sebesar Rp199.493.960 meliputi, klaim santunan meninggal dunia sebesar Rp137.500.000, luka-luka sebesar Rp38.868.960, cacat tetap sebesar Rp23.125.000,’’ kata H Zainal Arifin didampingi Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja Cabang NTB, M Erwin Setianegara pada saat acara konferensi pers di kantornya, Kamis sore (02/1).

Adapun penyelesaian klaim santunan, lanjut Zainal Arifin, PT Jasa Raharja Cabang NTB selama 2013 berhasil menyelesaikan rata-rata 4,50 hari dari 403 jumlah berkas yang masuk. Ini terjadi kecepatan penyelesaian klaim santunan yang cukup signifikan dari target 7 hari secara nasional. Bahkan bila dibandingkan tahun sebelumnya, juga dalam penyelesaian klaim santunan ini dilakukan dengan lebih cepat. Karena pada 2012 lalu, penyelesaian klaim santunan rata-rata 5,01 hari dari 341 berkas yang masuk.

‘’Pokoknya kita berlomba-lomba dengan cabang lain untuk lebih cepat dalam menyelesaikan pembayaran klaim santunan korban kecelakaan ini,’’ ungkapnya.

Zainal Arifin menjelaskan, mengingat per 1 Januari 2014 mulai diberlakukan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan, maka biaya pengobatan korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) bakal ditanggung secara bersama oleh PT Jasa Raharja (Persero) dan BPJS Kesehatan. Dalam penjaminan peserta BPJS yang mengalami laka lantas, kedudukan Jasa Raharja adalah sebagai penjamin pertama, sedangkan BPJS Kesehatan sebagai penjamin kedua. ‘’Ini sesuai dengan nota kesepahaman bersama antara Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan,’’ jelasnya.

Jasa Raharja, lanjut Zainal Arifin, menanggung biaya perawatan korban laka lantas hingga batas maksimal santunan pengobatan Jasa Raharja. Sedangkan bila ternyata biaya perawatan korban laka lantas melebihi plafon tanggungan Jasa Raharja, itu akan dibiayai BPJS Kesehatan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No.37/PMK.010/2008 tentang Besaran Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Kecelakaan, santunan pengobatan untuk laka lantas angkutan darat dan laut maksimal Rp10 juta dan Rp25 juta untuk angkutan udara.

‘’Jasa Raharja mempunyai program-program pencegahan untuk menekan angka kecelakaan, baik kecelakaan angkutan umum maupun kecelakaan lalu lintas jalan. Karena selama ini, kecelakaan di daerah ini didominasi oleh usia produktif, terutama yang mengendarai kendaraan bermotor roda dua,’’ paparnya sembari mengungkapkan bahwa hari ini merupakan Hari Ulang Tahun (HUT) PT Jasa Raharja yang ke-53, dan diharapkan semoga Jasa Raharja tetap eksis melayani masyarakat.

Itu sebabnya, tambah Zainal Arifin, saat ini Jasa Raharja memiliki divisi pelayanan dan pencegahan, yang dulunya hanya memiliki divisi pelayanan saja.(AR)

Kirim Komentar

Leave a Reply