Forum GTT Tantang Sumpah Pocong

LOTIM,Lomboktoday.co.id – Forum Guru Tidak Tetap (GTT) menantang Bupati,Wakil Bupati Lombok Timur,Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lotim,Yanis Maladi maupun Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat Lotim,H.Najamudin untuk sumpah pocong. Hal ini untuk menguatkan kalau Forum GTT yang lulus test Honda K2 untuk diangkat menjadi CPNS adalah telah memenuhi syarat yang ada.

“Kalau memang kami yang lulus dianggap tidak penuhi syarat siap untuk lakukan sumpah pocong,agar menjadi jelas,” tegas Sekretaris Forum GTT Lotim,Ulul Azmy kepada wartawan di kantor BKD dan Diklat Lotim,Sabtu (26/4).

Ulul Azmy mempertanyakan kenapa kami yang dari GTT ini,justru dipersulit untuk mengurus pemberkasan syarat CPNS  yang akan dibawa ke BKN Pusat.Sedangkan K2 yang lulus di Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim justru pengurusan pemberkasan tidak ada masalah dan semuanya lancar saja.

Namun begitu persoalan ini dinilai sangat kental nuansa politiknya,dengan kami dijadikan korban kelihatannya. Apalagi dengan Kadis Dikpora Lotim tidak mau menandatangani berkas kami,tapi justru yang ditandatangi surat pernyataan saja,sedangkan saat ini Kadis Dikpora tidak berada di tempat,dengan malah pergi ke luar kota yang alasannya tugas dinas.

Sementara pada sisi lainnya,kami dikejar waktu dengan batas waktu pemberkasan tanggal 28 April 2014. Dengan semua berkas harus sudah masuk ke BKD dan Diklat Lotim. Begitu juga uang yang dihabiskan untuk mengurus berkas ini mencapai jutaan rupiah.

“Kalau masalah ini tidak bisa selesai,maka tentunya kami akan minta pertanggungjawaban PGRI yang telah membuat kontrak politik dengan Bupati dan wabup Lotim akan memperjuangkan nasip GTT,” terang Azmi seraya mengatakan kalau dari pihak BKD meminta kepada GTT yang lulus K2 untuk menyerahkan berkasnya secepatnya.

Lebih jauh Sekeratis Forum GTT Lotim,Ulul Azmi menambahkan kami  bersama dengan Sekretaris Dikpora Lotim,Mahsin langsung menemuai Kepala BKD dan Diklat Lotim. Guna meminta penjelasan terkait persoalan yang menimpa GTT yang lulus K2 tidak mau ditandatangani berkasnya oleh Kadis Dikpora Lotim.

Namun dari BKD menyarankan kepada kami untuk tetap mengantarkan berkasnya usulannya ke BKD,meski belum ada ditandatangi berkas usulan oleh Kadis Dikpora Lotim.

“BKD akan berusaha agar berkasnya yang belum ditandatangi oleh pejabat yang bersangkutan agar nantinya bisa ditandatangi,” kata Ulul Azmi mengutip kata Kepala BKD dan Diklat Lotim.

Ditempat terpisah Wakil Bupati Lotim,H.Haerul Warisin mengatakan semua honda K2 yang lulus test dan memenuhi syarat akan diusulkan permberkasannya ke BKN. Dengan tentunya setelah dilakukan verifikasi oleh pemerintah daerah sebagaimana yang diperintahkan dari pusat.

Sehingga dari hasil verifikasi itu,akan kelihatan mana yang memenuhi syarat ataukah tidak untuk diusulkan pemberkasan CPNS ke pusat. Sedangkan dari jumlah sebanyak 669 orang honda K2 yang lulus di Lotim,akan tetapi setelah dilakukan verifikasi ditemukan ada sekitar 19 orang yang memenuhi syarat.

“Kami akan mengusulkan lagi kalau honda K2 yang saat ini belum memenuhi syarat untuk diusulkan pemberkasan CPNS ke BKN pusat,” tandas Wabup Lotim,H.Haerul Warisin.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply