Tolak Alfamart-Indomaret, Polisi Vs Massa Bersitegang

DEMO: Puluhan pedagang di Kabupaten Lombok Timur melakukan aksi demontrasi menolak berdirinya Alfamart dan Indomaret di Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
DEMO: Puluhan pedagang di Kabupaten Lombok Timur melakukan aksi demontrasi menolak berdirinya Alfamart dan Indomaret di Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
DEMO: Puluhan pedagang di Kabupaten Lombok Timur melakukan aksi demontrasi menolak berdirinya Alfamart dan Indomaret di Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Puluhan pedagang dan mahasiswa Lombok Timur yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima dan Menengah (APKM) dan Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Kabupaten Lombok Timur bersitegang dengan aparat kepolisian.

Mereka nyaris terlibat adu jotos dalam aksi penolakan keberadaan Alfamart dan Indomaret di Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Senin (12/5).

Hal tersebut terjadi karena massa berusaha memasang spanduk yang bertuliskan ‘’DISEGEL’’ yang mereka bawa di Indomaret Paok Matong. Namun, usaha yang dilakukan oleh massa aksi dihadang oleh puluhan aparat kepolisian yang membuat pagar betis di Indomaret Paok Motong.

‘’Kami minta kepada aparat untuk memberikan kami memasang penyegelan di Indomaret Paok Motong dan kami berjanji tidak akan ada anarkis,’’ teriak Koordinator Aksi, Eko Rahardi dalam orasinya di depan Indomaret Paok Motong sambil membakar semangat massa aksi.

Aksi yang dilakukan oleh para pedagang tersebut, merupakan bentuk kemarahan pedagang terhadap kebijakan dari pemerintahan Bupati Lotim, HM Ali BD dan Wabup Lotim, H Haerul Warisin yang memberikan ijin operasional terhadap Alfamart dan Indomaret di Lotim.

Padahal, dalam hearing yang telah dilakukan di DPRD Lotim antara pedagang, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) dan DPRD Lotim beberapa waktu lalu, telah ada kesepakatan kalau Alfamart dan Indomaret tersebut hanya boleh berdiri di tiga titik yang berada di Kecamatan Selong dan Labuhan Haji saja. Sedangkan di luar kecamatan itu, tidak boleh.

Namun kenyataannya, justeru malah berdiri Alfamart dan Indomaret di luar dua kecamatan itu. Sehingga, hal ini yang tidak diterima oleh para pedagang dengan menjamurnya pendirian Alfamart dan Indomaret di Lotim, yang tentunya akan berdampak pada para pedagang tradisional.

‘’Kami melihat kalau bupati dan wabup Lotim tidak pro rakyat. Buktinya, dengan diberikannya Alfamart dan Indomaret beroperasi di Lotim,’’ ujar orator lainnya, Koharudin dalam orasinya sembari mengatakan, apa yang dilakukan oleh para pedagang Lotim ini semata-mata untuk menuntut janji bupati dan wabup Lotim yang pro rakyat.

Sementara massa aksi yang tidak diberikan ijin untuk melakukan penyegelan Indomaret Paok Motong, kemudian melampiaskan amarahnya dengan menempelkan spanduk penyegelan di plang daftar harga Indomaret yang terpasang di depannya. Setelah itu, baru mereka membubarkan diri dengan tertib dan melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Lotim.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *