Puluhan Warga Pengembur Datangi Kejari Praya

HEARING: Puluhan warga Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, dengan didampingi Ketua LSM Formapi NTB, Ihsan Rhamdani, saat hearing ke Kejari Praya, Senin (19/5). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
HEARING: Puluhan warga Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, dengan didampingi Ketua LSM Formapi NTB,  Ihsan Rhamdani, saat hearing ke Kejari Praya, Senin (19/5). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
HEARING: Puluhan warga Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, dengan didampingi Ketua LSM Formapi NTB, Ihsan Rhamdani, saat hearing ke Kejari Praya, Senin (19/5). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Puluhan masyarakat, pemuda dan tokoh agama Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya, Loteng, Senin (19/5).

Kedatangan mereka tak lain untuk mempertanyakan laporan dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa (ADD) tahun 2013 lalu yang dilakukan oleh Kepala Desa  Pengembur, Supardi Yusuf, yang telah dilaporakan beberapa waktu lalu.

‘’Maksud dan tujuan kami datang ke sini bersama warga yakni ingin mempertanyakan tindaklanjut dari laporan dugaan penyalahgunaan ADD yang dilakukan oleh kepala Desa Pengembur yang dilaporkan warga beberapa waktu lalu,’’ kata Ketua LSM Formapi NTB, Ihsan Rhamdani yang mendampingi puluhan warga Desa Penggembur di kantor Kejari Praya, Senin (19/5).

Menurut Formapi NTB, kebijakan pengunaan ADD yang dilakukan oleh kepala desa setempat, dinilai tidak sesuai aturan. Seperti biaya lobi untuk proyek pengerjaan jalan sebesar Rp25 juta, biaya nyongkolan dan hearing tanah pecatu dan pengunaan lainnya yang tidak sesuai dengan aturan dalam penggunaan ADD.

‘’Total jumlah anggaran yang diduga disalahgunakan itu sekitar Rp100 juta,’’ ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Forum Pemuda Desa Pengembur, L Hadidi Atmaja menambahkan, pihaknya juga sudah menemukan bukti-bukti baru atas dugaan penyalahgunaan ADD tahun 2013 oleh kepala Desa Pengembur tersebut.

Karenanya, ia berharap kepada pihak Kejari Praya untuk segera menindaklanjuti laporan warga. Mengingat laporan itu telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum untuk menindaklanjutinya agar tidak terjadi masalah di tingkat bawah.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Asmadi yang menerima puluhan warga Desa Pengembur mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen untuk menindaklanjuti apa yang sudah dilaporkan oleh warga. Apabila nanti ada ditemukan penyelewengan terkait penggunaan ADD tersebut, maka pihaknya pasti akan menindaklanjutinya. Tapi apabila tidak ditemukan penyelewengan dalam penggunaan ADD tersebut, tentu pihaknya berharap agar agar masyarakat bisa menerima dengan baik.

Sementara Kepala Desa Pengembur, Supardi Yusuf hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *