Ratusan Warga Jurit Baru Demo Tuntut Kadesnya Dipecat

DEMO: Ratusan masyarakat Desa Jurit Baru melakukan aksi demonstrasi menuntut agar kades Desa Jurit Baru, Athar Junaidi dipecat dari jabatannya. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

DEMO: Ratusan masyarakat Desa Jurit Baru melakukan aksi demonstrasi menuntut agar kades Desa Jurit Baru, Athar Junaidi dipecat dari jabatannya. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Ratusan masyarakat Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, menggelar aksi demonstrasi ke kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), kantor bupati dan ke kantor DPRD setempat, Rabu (04/6).

Aksi demo itu digelar untuk menuntut agar Kepala Desa Jurit Baru, Athar Junaidi dipecat dari jabatannya, karena diduga telah melakukan tindakan yang tidak terpuji.

Massa yang melakukan orasi secara bergantian, baik di depan kantor BPMPD, kantor bupati dan di kantor DPRD Lotim itu, tetap mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian untuk mengantisifasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam aksi tersebut.

‘’Yang jelas, masyarakat meminta kepada Pak Bupati Lotim, HM Ali BD untuk segera mengeluarkan SK pemecatan terhadap kades Jurit Baru tersebut,’’ terang Koordinator Aksi, Sayadi, saat berorasi.

Dalam aksinya, massa mengungkapkan mengenai ketidakpercayaannya kepada kades Jurit Baru untuk memimpin di desanya. Karena tidak mencerminkan seorang pemimpin yang menjadi pengayom bagi masyarakatnya.

Terlebih lagi dengan adanya kasus yang tidak terpuji. Sehingga, hal ini akan berdampak besar terhadap masyarakat yang dipimpin di desanya itu. Karena, masyarakat menginginkan seorang pemimpin yang terbaik, dengan bisa mengarahkan dan membimbing masyarakatnya. Bukan malah justeru melukai hati masyarakat dengan sikap dan tingkah laku yang melanggar amoral dan adat istiadat masyarakat yang ada di desa tersebut.

‘’Kalau dalam jangka waktu tiga hari setelah aksi ini tidak ada respon dari Pemda, maka jangan salahkan masyarakat untuk melakukan penyegelan kantor Desa Jurit Baru,’’ ungkapnya.

Sekretaris BPMPD Lotim, Jumadil disela-sela aksi tersebut mengatakan, apa yang menjadi tuntutan masyarakat, tentunya masih dalam proses. Karena tidak serta merta untuk langsung direspon apa yang menjadi keinginan masyarakat.

‘’Ada mekanisme yang harus dilakukan, dengan tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Karena kalau salah, tentunya kami yang akan menanggung akibatnya nanti,’’ katanya sembari menjelaskan, apa yang menjadi keinginan masyarakat, tetap akan ditampung.

Sementara itu, sebelum massa aksi tersebut membubarkan diri, terlebih dahulu sang orator membacakan pernyataan sikap dan tuntutannya agar mendapatkan perhatian dari Pemda Lotim.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply