10 Desa di Lotim Dapat Program Pamsimas

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setdakab Lotim dengan Lomboktoday.co.id

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Pada tahun 2014, Kabupaten Lombok Timur mendapat bantuan Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi Masyarakat (Pamsimas) bagi 10 desa dari pemerintah pusat. Bantuan Pamsimas itu mengutamakan partisipasi dan swadaya masyarakat.

Direktur Eksekutif YMP NTB, Helena Rachmawati, saat memberi spirit dalam workshop perubahan iklim dan cara mengatasinya di gedung PMI Selong, Senin (09/6).

Direktur Eksekutif YMP NTB, Helena Rachmawati, saat memberi spirit dalam workshop perubahan iklim dan cara mengatasinya di gedung PMI Selong, Senin (09/6).

Untuk memberikan motivasi pada 10 desa penerima bantuan program Pamsimas yakni Desa Sikur Barat, Timba Nuh, Kalijaga Selatan, Montong Betok, Lenek Duren, Wanasaba Daya, Bagik Papan, Sugian, Kumbang dan Desa Kesik, Yayasan Masyarakat Peduli (YMP) NTB yang selama ini konsen pada masalah sanitasi menggelar workshop perubahan iklim dan cara mengatasinya dipadu dengan capaian kegiatan Pamsimas 2014 yang digelar di Aula Kantor PMI Lombok Timur, Senin (09/6).

Seperti yang disampaikan Direktur YMP NTB, Helena Rachmawati, workshop yang diadakan ini merupakan bagian dari lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yakni pengelolaan air bersih.

Kondisi yang ada saat ini, masalah penyediaan air bersih menjadi ancaman karena semakin berkurangnya sumber-sumber mata air maupun berkurangnya debit air akibat penebangan pohon dan kerusakan hutan. Belum lagi kondisi iklim yang tidak teratur. Untuk itulah, menurut Helena, desa-desa yang memiliki sumber mata air hendaknya mengelolanya dengan baik.

Itu sebabnya, pihaknya menggelar workshop selama tiga hari yang diikuti oleh unsur kepala desa, Satlak, Pemdes, dan KKM untuk memberikan pemahaman dan motivasi pada 10 desa yang menjadi lokasi program Pamsimas.

Workshop ini sedianya dilakukan hanya untuk empat desa yang mendapat bantuan Pamsimas yang juga merupakan lokasi dari kegiatan STBM, namun diakui Helena, pihaknya berharap Pamsimas ini dapat berjalan baik.

Karena keberlanjutan program yang direncanakan sampai 2017 mendatang, akan ditentukan oleh 10 desa tersebut.

Pihaknya berharap 10 desa ini akan menjadi yang terbaik dalam pelaksanaan Pamsimas, dan dapat menjadi percontohan secara nasional. Terlebih pihaknya, tutur Helena, masuk dalam Pokja AM-PL yang terdiri dari Bappeda, Dikes, Dinas PU, Kantor Kebersihan, BLHPM, Dinas Hutbun dan BPMPD merupakan pendamping dari Pamsimas, merasa turut bertanggung jawab terhadap keberhasilan program ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Lombok Timur, Chandra Kurniati menyampaikan apresiasinya pada YMP NTB yang telah memfasilitasi kegiatan workshop untuk 10 desa penerima bantuan Pamsimas.

Desa-desa penerima bantuan ini merupakan hasil proses panjang sejak tahun 2013 lalu tim yang terdiri dari Bappeda, BPMPD, Dinas Pu dan Pokja AMPL untuk melakukan verifikasi dari 17 desa yang memenuhi kriteria penilaian sampai terpilih 10 desa.

Selain mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 8 desa, Pemda Lombok Timur juga diharuskan turut sharing anggaran kegiatan serupa di dua desa, sehingga totalnya 10 desa. Disamping itu, setiap desa juga diwajibkan untuk sharing dana dan partisipasi sebesar 20 persen dengan harapan masyarakat merasa memiliki dan paham bahwa Pamsimas bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat sendiri dan bukan hanya sekedar proyek. Sehingga seluruh masyarakat bertanggung jawab terhadap keberhasilan program ini.

Hal senada juga disampaikan Koordinator Kabupaten  Pamsimas, Indah. Dijelaskannya, dana yang disiapkan pemerintah pusat sebesar Rp1,75 miliar untuk delapan desa. Sedangkan Kabupaten Lombok Timur menyiapkan Rp550 juta untuk dua desa.

Dari jumlah tersebut, masyarakat desa menyiapkan 20 persen partisipasi swadaya berupa dana cash 4 persen dan 16 persen berupa materian lokal dan tenaga.

Partisipasi dan swadaya masyarakat ini merupakan salah satu indikator terpilihnya 10 desa menjadi lokasi Pamsimas disamping ketersediaan sumber mata air.

Dalam tahap pelaksanaan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat berdasarkan Rencana Kegiatan Masyarakat (RKM) yang telah disusun.   Kegiatan tersebut terdiri dari tiga jenis yakni perluasan, pengembangan dan optimalisasi.

Jika Pamsimas di tahun 2014 ini berhasil dilakukan dengan baik, maka diharapkan jatah Lombok Timur pada tahun 2015 mendatang akan bertambah. Namun jika sebaliknya, maka dikhawatirkan pada tahun berikutnya desa yang akan menjadi lokasi Pamsimas akan berkurang.(yuni-humas)

Kirim Komentar

Leave a Reply