40 Fotografer Internasional Abadikan Keindahan Lombok

Pejabat Kemenparekraf RI, Wati Murani, Kepala Disbudpar NTB, H Muhammad Nasir, Kepala Dishubparkominfo KLU, Sinar Wugiyarno, Kepala Disbudpar Lombok Barat, I Gede Renjana, Ketua BPPD NTB, Taufan Rahmadi, dan Ketua DPD Asita NTB, Agus Mulyadi, foto bersama para penari usai Gala Dinner di Hotel Jayakarta.

Pejabat Kemenparekraf RI, Wati Murani, Kepala Disbudpar NTB, H Muhammad Nasir, Kepala Dishubparkominfo KLU, Sinar Wugiyarno, Kepala Disbudpar Lombok Barat, I Gede Renjana, Ketua BPPD NTB, Taufan Rahmadi, dan Ketua DPD Asita NTB, Agus Mulyadi, foto bersama para penari usai Gala Dinner di Hotel Jayakarta.

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Sebanyak 40 fotografer Internasional dari 25 negara, dengan didampingi 25 fotografer lokal, selama lima hari, 13-17 Juni 2014, melakukan pemotretan berbagai obyek foto destinasi wisata dan ragam budaya di Pulau Lombok.

Para peserta yang merupakan fotografer professional dari Amerika, Australia, Perancis, Inggris, Belgia, Canada, Italia, Spanyol, Swedia, Turki, Finlandia, Irlandia, Norwegia, Rusia, Serbia, Tunisia, Oman, Srilangka, Maroko, Mesir, Uni Emirat Arab, Tiongkok, Myanmar, dan Thailand itu, dibawa berkunjung ke sejumlah destinasi, maupun atraksi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

‘’Kunjungan para fotografer dunia ke Lombok ini merupakan rangkaian kegiatan bertajuk ‘International Photo Week Indonesia 2014’ yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, menyasar empat daerah di Indonesia yang dinilai memiliki spot-spot obyek fotografi menarik, yaitu Jakarta, Buton, Labuhan Bajo, dan Lombok,’’ kata Wati Murani, pejabat Kemenparekraf RI pada acara Gala Dinner di Hotel Jayakarta Lombok, Senin malam (16/6).

Para fotografer internasional terlihat sangat terhibur dan ikut menari

Para fotografer internasional terlihat sangat terhibur dan ikut menari

Dari sisi promosi pariwisata Lombok menurutnya, kedatangan para fotografer yang masih aktif memotret dan memiliki jaringan luas di berbagai media sosial ini, tentu sangat tepat. Apalagi peserta yang diundang, adalah mereka yang pernah memenangkan kontes fotografi di negaranya masing-masing. ‘’Harapan kami, kegiatan ini kedepan bisa terus berkelanjutan,’’ harap Wati.

Gubernur NTB, TGH M Zaenul Majdi, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, H Muhammad Nasir, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaannya, karena Lombok terpilih sebagai salah satu daerah tujuan pemotretan.

‘’Sebagai daerah tujuan wisata, Pulau Lombok memiliki alam yang sangat indah, dan kaya dengan aneka ragam seni budaya. Namun, anugerah itu menjadi sia-sia, kalau tidak dipromosikan secara kontinyu. Karenanya, melalui ajang pemotretan yang dilakukan para fotografer Internasional ini, dapat menjadi salah satu langkah promosi agar pariwisata Lombok lebih dikenal oleh masyarakat dunia,’’ kata Nasir.

Kepala Disbudpar NTB, H Muhammad Nasir, membacakan sambutan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dalam acara gala dinner di Hotel Jayakarta.

Kepala Disbudpar NTB, H Muhammad Nasir, membacakan sambutan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dalam acara gala dinner di Hotel Jayakarta.

Pihaknya juga berharap, pengalaman para fotografer ketika berburu keindahan obyek pemotretan di berbagai destinasi wisata, menyaksikan ragam seni dan budaya, serta menikmati kelezatan aneka kuliner Lombok, menjadi sebuah cerita indah yang berkesan dan tidak terlupakan.

‘’Setelah sampai di negara masing-masing nanti, ceritakan keindahan Lombok kepada keluarga, sahabat, rekan kerja, maupun kolega. Kami warga Lombok menantikan kembali kunjungan anda,’’ pinta Nasir dalam acara yang juga dihadiri oleh Kepala Dishubparkominfo KLU, Sinar Wugiyarno, Kepala Disbudpar Lombok Barat, I Gede Renjana, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Taufan Rahmadi, dan Ketua DPD Asita NTB, Agus Mulyadi.

Para fotografer internasional memilih aneka hidangan tradisional khas Lombok yang disuguhkan.

Para fotografer internasional memilih aneka hidangan tradisional khas Lombok yang disuguhkan.

Sementara itu, Qwadru Putro Wicaksono, salah satu fotografer lokal yang turut mendampingi para fotografer Internasional selama melakukan pemotretan menilai, bahwa mendatangkan secara langsung para fotografer Internasional ke Lombok, merupakan langkah yang tepat untuk promosi pariwisata NTB, khususnya Lombok.

Masyarakat NTB juga patut berbangga, karena dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia yang menjadi lokasi pemotretan, para fotografer dunia ini ternyata lebih lama singgah di Lombok.

‘’Waktu singgah yang lima hari, itupun tidak semua obyek destinasi wisata yang bisa dikunjungi. Kami hanya bisa menjangkau wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Utara saja,’’ ucap Qwadru.

Di Lombok Barat lanjutnya, para peserta di bawa berkunjung ke Pasar Seni Sesela, pusat kerajinan gerabah di Banyumulek, menonton olahraga tradisional Malean Sampi (Balapan Sapi) di Nyurlembang, Narmada, Lobar, melihat peninggalan situs sejarah Taman dan Pura Narmada, serta mengabadikan keindahan sunset (matahari tenggelam) di Pura Batu Bolong.

Sedangkan di Lombok Tengah, peserta selain melihat secara langsung keseharian hidup warga dusun tradisional di Desa Sade, mereka juga dibawa berkunjung ke pusat kerajinan tenun di Desa Sukarara, pantai Kuta, pantai A’an, dan Batu Payung.

‘’Di pantai A’an, peserta juga melihat atraksi olahraga tradisional balapan kuda dengan Joki anak-anak,’’ jelas Qwadru seraya menyampaikan, kunjungan terakhir di Lombok Utara untuk menyaksikan upacara adat Begawe Beleq (acara besar) di dusun tradisional Desa Bayan.

Karena tidak semua obyek wisata Lombok bisa dikunjungi, maka Komunitas Fotografi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB juga menggelar Pameran Foto Lombok dan Sumbawa, berisikan materi-materi foto tentang obyek wisata dan seni budaya yang ada di pulau Lombok, maupun Sumbawa.

‘’Harapan kami, setelah melihat foto-foto yang kami pamerkan, para fotografer Internasional ini kedepan akan berkunjung kembali ke Lombok, maupun Sumbawa,’’ pungkas Qwadru.(fwp/ar/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply