Divestasi Saham Dua Persen PTNNT Diduga Gratifikasi

SUMBAWA, Lomboktoday.co.id – Proses divestasi saham 2 persen PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) ke Pemerintah Daerah Sumbawa pada 2007 lalu, diduga kental dengan gratifikasi.

Dugaan itu dikemukakan oleh mantan anggota DPRD Sumbawa periode 2004-2009, Suharto kepada wartawan di Sumbawa, Rabu (18/6).

Menurut Suharto, pada saat pengambilan keputusan untuk melakukan transaksi pelepasan (divestasi) saham PTNNT kepada pemerintah, itu tanpa melalui mekanisme yang seharusnya dilakukan oleh pimpinan lembaga wakil rakyat (DPRD, Red).

Pernyataan tersebut merujuk kepada oknum Ketua DPRD Sumbawa periode 2004-2009, H Muh Amin, yang kini terpilih dan menjabat sebagai Wakil Gubernur NTB. Selain merujuk Amin, Suharto juga menyentil keterlibatan oknum Bupati Sumbawa, Jamaluddin Malik.

‘’DPRD Sumbawa tidak pernah merapatkan mengenai transaksi saham dua persen itu. Tiba-tiba saja ada transaksi, saya menduga kuat adanya unsure gratifikasi di dalamnya,’’ kata Suharto.

Pengacara nyentrik itu menjelaskan, masalah ini masih relevan untuk diungkap dan masih bisa digugat. Hanya saja, banyak orang yang tidak mengetahui hal ini, sehingga harus diungkapkan. Masalahnya, lanjut dia, karena melalui mekanisme yang salah, jadi hasil transaksi saham yang diduga inkonstitusi tersebut, digunakan oleh pemerintah daerah menjadikannya sebagai alat bukti untuk melawan Negara dalam sidang arbitrase tahun 2007 lalu. Dengan bukti itulah PTNNT tidak jadi dinyatakan default atau lalai oleh mahkamah arbitrase internasional.(ar/hb/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply